Serba Serbi
Bhuta Galungan, Ini Makna Penampahan Hingga Galungan
Hari ini, Minggu (Redite) Paing Wuku Dungulan, memiliki makna tersendiri dalam Hindu Bali.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Esok paginya semua umat patut menyucikan diri lahir batin pada saat matahari terbit," katanya.
Dengan mengambil air suci di tempat permandian suci, berkeramas, mandi dan kemudian mempersembahkan bunga harum serta memohon air suci di sanggah.
Lalu menyuguhkan segehan di halaman rumah.
Setelah selesai barulah sesajen-sesajen yang dipersembahkan kemarin itu, dapat diambil dan diayab oleh sanak keluarga.
Semua didoakan keselamatannya.
Terutama semua anggota keluarga menyucikan batinnya.
Dipimpin oleh pendeta agar berjaya dalam peperangan.
Bagi pendeta agung dan orang-orang bijaksana, yang memahami rahasia ajaran suci.
Tentu menggelar yoga.
Melakukan dyana dan semadi pada hari Galungan itu.
Adapun sesajen persembahan yang ditujukan kepada Bhuta Kala di setiap rumah warga adalah segehan warna tiga tanding.(*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-hindu-bali-sembahyang-1.jpg)