Berita Bali

Komisi IV DPR RI Minta Pemprov Bali Berikan Pendampingan Pasca Panen kepada Para Petani

minimnya anggaran yang digelontorkan untuk sektor pertanian di Bali, yakni sejumlah Rp 5 miliar.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Putu Supartika
ilustrasi-Lahan pertanian di Denpasar, Bali. Komisi IV DPR RI Minta Pemprov Bali Berikan Pendampingan Pasca Panen Kepada Para Petani 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Di Tengah pandemi Covid-19 saat ini, sektor pertanian menjadi pilihan bagi masyarakat Bali yang terdampak akibat lesunya sektor pariwisata.

Akan tetapi, hal tersebut berbanding terbalik dengan dukungan dari Pemerintah.

Hal ini terbukti dengan minimnya anggaran yang digelontorkan untuk sektor pertanian di Bali, yakni sejumlah Rp 5 miliar.

Padahal, jika sektor pertanian di Bali dimaksimalkan, tentunya bisa menjadi penopang selain sektor pariwisata.

Baca juga: Petani di Bali Kini Makin Banyak Budidaya Porang, Punya Duit Lebih Sampai Sewa Lahan

Bahkan, bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra saat dikonfirmasi menyatakan, seharusnya pemerintah bisa memberikan anggaran yang lebih di sektor pertanian.

“Seyogyanya, pertanian ini kan terbesar nomor tiga. Karena urusan pangan adalah urusan hidup dan penghidupan,” katanya di sela-sela Rakerda Golkar Bali, Sabtu 10 April 2021.

Seperti yang dilakukan oleh DPR RI, setidaknya alokasi anggaran untuk pemberdayaan petani mencapai Rp 14-20 miliar per tahunnya.

Akan tetapi, dibandingkan dengan jumlah petani dan luas wilayahnya, angka tersebut tergolong sangat kecil.

“Ini sangat kecil sekali,” tandasnya.

Menurutnya, pemerintah baik itu pusat maupun daerah harus bisa memberikan pendampingan dan menunjukan keberpihakan kepada para petani.

Banyak cara untuk melakukan pendampingan, mulai dari finansial yang memadai, SDM, dan teknologi.

“Bangsa kita dalam Orde Baru dikenal sebagai ‘Macan Asia’. Bukan karena pertahanannya, tapi dalam Ketahanan Pangannya saat itu. Ke depan, mari senantiasa berpihak pada pertanian ini,” pintanya.

Gus Adhi menilai, saat ini pendampingan lebih pada budidaya.

Baca juga: Serapan KUR untuk Petani dan Peternak Kecil di Denpasar Bali Masih Rendah

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved