Berita Bali

Komisi IV DPR RI Minta Pemprov Bali Berikan Pendampingan Pasca Panen kepada Para Petani

minimnya anggaran yang digelontorkan untuk sektor pertanian di Bali, yakni sejumlah Rp 5 miliar.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Putu Supartika
ilustrasi-Lahan pertanian di Denpasar, Bali. Komisi IV DPR RI Minta Pemprov Bali Berikan Pendampingan Pasca Panen Kepada Para Petani 

Padahal, para petani sudah ahli dan kompeten dalam budidaya.

Sehingga, kurang ada perhatian dan pendampingan pasca panen atau hilir.

“Karena tingkat pendapatan masyarakat atau nilai pertanian itu ada di hilir. Ini penting sekali,” tegas dia.

Bali yang menjadi daerah pariwisata, seharusnya bukan hanya berfokus pada tingkat kunjungan wisatawan saja.

Melainkan juga pemasaran hasil pertanian hingga ke mancanegara, dan secara tidak langsung akan mengangkat citra Bali dalam hal ketahanan pangan.

“Pariwisata ini harus betul-betul kita angkat. Dengan Bali menjadi daerah pariwisata, maka kita bisa dengan mudah memasarkan pertanian itu,” ujarnya lagi.

Memang selama ini kendala yang terjadi di Bali adalah serapan hasil pertanian.

Gus Adhi menyebutkan, dalam sektor pertanian adalah kriteria yang harus dipenuhi. Yakni Kondisi Kontinuitas, dan Kuantitas (3K).

“Ini yang sulit untuk dimunculkan oleh petani- petani Bali kita,” jelasnya.

Sedangkan perhotelan sangat memerlukan kriteria 3K tersebut.

Baca juga: Dewan Bali Minta Petani Tak Khawatirkan Kebijakan Impor Beras

Maka dari itu, sangat penting pendampingan dari Pemerintah untuk memenuhi ketiga aspek tersebut.

“Kalau 3K ini bisa dipenuhi dengan baik, saya yakin perusahaan atau restoran, ketimbang dia membeli dari tempat lain yang jauh, lebih baik ditempat yang dekat. Apalagi dia mengetahui petani itu,” tutur politisi Golkar ini. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved