Berita Tabanan
Tradisi Nampah Kebo di Desa Pandak Gede Tabanan Bali Saat Hari Raya Galungan
tradisi ‘nampah kebo’ atau sembelih kerbau saat Hari Penampahan Galungan. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun termurun.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Noviana Windri
"Per ekornya di harga Rp 20-25 juta. Sebelum motong kerbau, kita patungan dulu. Jadi ada yang beli Rp 300 ribu per jujulan dan ada 350 ribu per jujulan," ungkapnya.
Dia mengharapkan, dengan melestarikan tradisi warisan leluhur Bali ini semua warga bisa diberikan anugerah dan keselamatan dalam menjalani kehidupan di dunia ini.
"Astungkara dengan pelestatian Kebudayaan dan Tradisi kita ini dibarengi dengan astiti bakti irage sareng sami. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa ledang ngemetuang tur mapaica kerahajengan miwah kerahayuan ring sejeroning bhuana agung lan bhuana alit," harapnya.
• Guru PAUD di Karangasem Mengeluh, Insentif Belum Cair hingga Jelang Galungan
• Hari Raya Galungan di Bali, Vaksinasi Covid-19 di Denpasar Libur Mulai 13-15 April 2021
Untuk diketahui, tradisi nampah kebo sudah dilakukan secara turun temurun. Bahkan memiliki historis yang konon katanya saat leluhur hendak menggelar upacara yadnya sempat nampah sampi (menyemblih sapi).
Namun, ketika sapi tersebut sudah disembelih dan dibagi hingga dimasak sedemikian rupa oleh warga.
Warga yang sempat mengomsumsi daging sapi ini justru sakit. Mulai dari demam, sakit perut dan lainnya.
Sehingga setelah itu, untuk mengantisipasi menyemblih sapi, krama Pandak Gede pun menggantinya dengan nampah kebo atau mengomsumsi daging kerbau dengan maksud agar tak terjadi gal yang tak diinginkan di kemudian hari seperti sakit dan lainnya.
Dan tradisi ini masih dilakukan hingga sekarang.
Berita terkait Hari Raya Galungan di sini