Berita Badung

Pengusaha Zaenal Tayeb Ngaku Syok Ditetapkan Tersangka, Tak Bisa Tidur Hingga Berat Badan Turun 2 Kg

aenal Tayeb (ZT) pengusaha asal Sulawesi yang juga merupakan pendiri sasana tinju Mirah Boxing Camp ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Badung.

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Komang Agus Ruspawan
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Zaenal Tayeb (kanan) saat memberi keterangan dalam jumpa pers di Mirah Boxing Camp Jalan Majapahit, Kuta, Badung, Bali, pada Jumat 16 April 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali M Firizqi Irwan dan Komang Agus Aryanta

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA  - Zaenal Tayeb (ZT) pengusaha asal Sulawesi yang juga merupakan pendiri sasana tinju Mirah Boxing Camp di kawasan Legian Badung ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Badung.

Zaenal ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan menyuruh memberikan keterangan palsu ke dalam akta autentik.

Penetapan tersangka ini membuat Zaenal mengaku syok. Bahkan ia sampai sulit tidur, hingga berat badannya turun 2 kilogram (kg).

Penetapan mantan promotor tinju internasional itu sebagai tersangka berdasarkan laporan dari Hedar Giacomo Boy Syam dengan LP-43/11/2020/BALI/Res Badung, tertanggal 5 Februari 2020.

Selain Zaenal, anak buahnya berinisial YP juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. YP bahkan sudah ditahan sejak dua bulan lalu.

Kasubag Humas Iptu Ketut Gede Oka Bawa seijin Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi SIK mengatakan bahwa Satreskrim Polres Badung, mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (Sprindik) terhadap ZT mulai Senin 7 April 2021 dan secara sah ditetapkan sebagai tersangka pada Senin 12 April 2021.

"Ya ZT ditetapkan tersangka terkait dugaan tindak pidana menyuruh atau turut serta melakukan perbuatan pidana menyuruh memberikan keterangan yang tidak benar dalam akta autentik sebagai mana dimaksud dalam pasal 266 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1e KHUP," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat 16 April 2021.

Baca Juga: Zainal Tayeb Berbagi di Bulan Ramadan, Salurkan 6000 Makanan Gratis Buka Puasa di Denpasar & Badung

Baca Juga: Tokoh Olahraga Zainal Tayeb Berbagi 3.000 Masker & 2.000 Bungkus Nasi Padang Gratis di Legian Kuta 

Oka Bawa menjelaskan permasalahan tersebut terjadi dari tahun 2012 silam. Dari laporan Hedar itu, disebutkan permasalahan bermula saat ZT mengajak Hedar untuk menjalin kerjasama dalam pembangunan dan penjualan obyek tanah milik ZT yang terletak di Cemagi, Mengwi, Badung, Bali. 

Kemudian ZT mendirikan perusahaan bernama PT MBK sebagai badan hukum kerjasama.

Kerjasama berlanjut dintandai dengan pemecahan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang disertai pembuatan blok plan juga pembangunan beberapa unit rumah untuk dijual kepada konsumen.

Pada 2017 disepakati perjanjian notaris dan saat itu anak buah ZT berinisial YP membuatkan draft perjanjian untuk diserahkan kepada Notaris BF Harry Prastawa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved