Breaking News:

Ramadan

Segudang Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh, Ini Penjelasan dr. Syuma

berpuasa Ramadan memberikan dampak yang baik bagi tubuh jika dijalankan dengan benar.

Tribunnews
Ilustrasi puasa. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Berpuasa di Bulan Suci Ramadhan memang menjadi salah satu kewajiban bagi umat Islam.

Ketika berpuasa seseorang tidak diperbolehkan untuk makan dan minum.

Namun dibalik menahan haus dan lapar, ternyata berpuasa Ramadhan memiliki dampak yang baik bagi kesehatan. 

Menurut, dr. Syuma Adhy Awan MKes SpGK yang selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik KSM RSUP Sanglah Denpasar mengatakan bahwa berpuasa Ramadan memberikan dampak yang baik bagi tubuh jika dijalankan dengan benar.

Salah satunya mampu memperbaiki profil lipid darah dan menurunkan berat badan pada obesitas dan meningkatkan survival penderita penyakit kronik. 

MANFAAT Puasa Ramadhan bagi Kesehatan, Menurunkan Berat Badan hingga Memulihkan Fungsi Jantung

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh, Puasa Senin Kamis Sangat Dianjurkan Rasulullah

10 Manfaat Puasa Senin Kamis, Puasa Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah

"Salah satu manfaat puasa Ramadan menurunkan kadar Triasil gliserol ( TG ) , dan meningkat kan lemak baik kolesterol HDL melalui penurunan berat badan untuk orang Overweight dan obesitas. Selain itu juga berpengaruh pada Homeostasis glukosa yang terjadi di antara individu obesitas dengan diabetes tipe 2, bersama dengan penurunan persentase lemak tubuh dan HbA1c," paparnya pada, Jumat (16 April 2021). 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, dampak positif berpuasa Ramadhan lainnya adalah dapat memperbaiki tingkat kelangsungan hidup ( survival ) pada penderita penyakit kronis dan pemulihan fungsi jantung dan memodulasi risiko kardiovaskular.

Serta melindungi neuron dari gangguan penuaan (misalnya, penyakit Alzheimer dan stroke).

Selain itu puasa juga memiliki peran penting penurunan terhadap resiko kanker yang dipicu obesitas melaui perbaikan resistensi insulin di antara obesitas dan, pada obesitas non diabetes.

Bahkan berpuasa juga menurunkan denyut jantung istirahat, insulin, kadar glukosa dan sirkulasi homosistein yang menguntungkan berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular. 

Dan berpuasa juga mempunyai peran (Autofagi) dimana sel diberi kesempatan untuk memperbaharui diri sendiri dengan memanfaatkan sel sel yg sudah rusak atau mati untuk menjadi bahan pembentuka sel baru.

Puasa Ramadhan Juga menurunkan tekanan darah bagi yang memiliki riwayat tensi tinggi serta dapat menurunkan, penanda stres oksidatif dan peradangan.

"Dan ketika berpuasa, kita tidak usah khawatir untuk kebutuhan vital otak karena dapat menggunakan keton dari cadangan lemak untuk energi pada hari-hari puasa yang cukup memberikan bahan energi saat cadangan gula menipis. Juga efek pengurangan penggunaan sumber gula ( KH ) eksogen dan memaksimalkan gula endogen saat berpuasa memperbaiki sejumlah biomarker risiko terjadi kanker (misalnya, insulin, sitokin, molekul Leptin dan adiponektin yang berhubungan dengan peradangan) akibat asupan energi yang berlebihan dibulan lain ( khususnya gula) pada perkembangan dan pertumbuhan kanker pada manusia," tutupnya. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved