Breaking News:

Myanmar

Jokowi Desak Junta Myanmar Setop Kekerasan, Jenderal Min Akan Penuhi Permintaan Pemimpin ASEAN

Saat bertemu pemimpin negara ASEAN serta otak kudeta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, Jokowi meminta agar kekerasan di Myanmar disetop.

Editor: DionDBPutra
myanmarnow.org
Jenderal Min Aung Hlaing. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan Myanmar menerima usulan dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN untuk menghentikan kekerasan terhadap warga sipil. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan tegas dalam Pertemuan Pemimpin ASEAN atau ASEAN Leaders Meeting (ALM) yang digelar di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Sabtu 24 April 2021.

Pertemuan tersebut digelar khusus untuk membahas krisis yang terjadi di Myanmar.

Saat bertemu pemimpin negara ASEAN serta otak kudeta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, Jokowi meminta agar kekerasan di Myanmar segera disetop.

Baca juga: Jutaan Warga Myanmar Terancam Kelaparan, Jumlah Orang Miskin Meningkat Pesat

Baca juga: Demonstran Myanmar Dilempar Granat, 80 Orang Dilaporkan Tewas, Mayatnya Ditumpuk di Kompleks Pagoda

”Kekerasan harus dihentikan dan demokrasi dan stabilitas dan perdamaian di Myanmar harus dikembalikan. Kepentingan masyarakat Myanmar harus selalu jadi prioritas,” kata Jokowi dalam konferensi pers secara daring.

Jokowi juga meminta pimpinan militer Myanmar berkomitmen dalam sejumlah hal. "Permintaan komitmen pertama, penghentian penggunaan kekerasan dari militer Myanmar. Di saat yang sama, semua pihak harus menahan diri sehingga ketegangan dapat diredakan," tuturnya.

Kedua, Jokowi meminta junta militer Myanmar melakukan proses dialog yang inklusif, pelepasan tahanan politik, "dan perlu segera dibentuk special envoy ASEAN, yaitu Sekjen dan Ketua ASEAN untuk mendorong dialog semua pihak di Myanmar."

Ketiga, komitemen pembukaan akses bantuan kemanusiaan dari ASEAN yang dikordinasi oleh Sekjen ASEAN.

"Indonesia berkomitmen mengawal terus tindak lanjut dari komitmen tersebut agar krisis politik di Myanmar dapat segera diatasi," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan konsensus tercapai di antara para pemimpin negara anggota ASEAN terkait penghentian kekerasan di Myanmar oleh militer.

"Kita bersyukur bahwa apa yang disampaikan Indonesia sejalan dengan yang disampaikan pemimpin ASEAN, sehingga pemimpin ASEAN telah mencapai konsensus," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved