Breaking News:

Berita Denpasar

Pemkot Denpasar Keluarkan Surat Edaran Perpendek Jam Kerja ASN dan Non ASN Selama Bulan Puasa

Sebagai bentuk toleransi selama pelaksanaan ibadah puasa, Pemkot Denpasar memperpendek jam kerja selama bulan puasa

Istimewa
I Dewa Gede Rai - Pemkot Denpasar Keluarkan Surat Edaran Perpendek Jam Kerja ASN dan Non ASN Selama Bulan Puasa 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sebagai bentuk toleransi selama pelaksanaan ibadah puasa, Pemkot Denpasar memperpendek jam kerja selama bulan puasa.

Perpendek jam kerja tersebut dilakukan sesuai dengan surat edaran (SE) Nomor 861/1003/BKPSDM.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, pemberlakuan surat edaran ini yakni sejak mulai bulan puasa.

Di mana Pemkot Denpasar memberikan waktu lebih pendek kepada ASN dan non ASN.

Baca juga: JADWAL Imsak untuk Kota Denpasar, Jumat 23 April 2021-11 Ramadhan 1442 H dan Bacaan Niat Puasa

Baca juga: Pemkot Denpasar Support ESI Denpasar Gelar Denpasar Gaming League 2021

Baca juga: Setelah Libur Galungan di Bali, Ini Lokasi Vaksin Covid-19 dari Pemkot Denpasar

“Perpendek waktu kerja ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot terhadap pegawai yang beragama Islam agar menjalankan ibadahnya dengan tenang. Mereka diberikan waktu pendek agar pegawai yang beragama Islam bisa mempersiapkan buka puasa di rumah mereka masing-masing,” kata Dewa Rai, Minggu 25 April 2021 siang.

Dewa Rai menambahkan, hal ini sesuai dengan SE Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

Untuk waktu ke kantor dari Senin hingga Kamis yang sebelumnya pukul 07.30 Wita menjadi pukul 08.00 Wita.

Sedangkan jam pulang dari sebelumnya pukul 15.30 Wita menjadi pukul 15.00 Wita.

Untuk hari Jumat sebelumnya masuk pukul 07.00 Wita menjadi pukul 08.00 Wita, sedangkan jam pulang yang biasanya pukul 13.00 Wita menjadi pukul 12.00 Wita.

Sementara untuk Perangkat Daerah atau Unit Kerja, Lembaga Pendidikan dan Perusahaan Umum Daerah yang melaksanakan 6 hari kerja agar diatur tersendiri dengan menyesuaikan jumlah jam kerja efektif minimal 32,5 jam atau tiga puluh dua jam dan tiga puluh menit per minggu selama bulan Ramadhan 1442 Hijriah.

“Jam kerja Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara berlaku bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from office) maupun di rumah/tempat tinggal (work from home),” katanya.

"Dalam penerapan jam kerja selama bulan Ramadhan 1442 Hijriah Kepala Perangkat Daerah/Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah/Lurah memastikan tercapainya kinerja pemerintahan dan tidak mengganggu kelancaran penyelenggaraan pelayanan publik pada masing-masing perangkat daerah. Itu yang ditekankan dalam surat edaran," imbuhnya.

Dewa Rai mengatakan, setelah Ramadhan, jam kerja wajib akan dikembalikan seperti semula.(*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved