Breaking News:

Cuntaka dan Tata Tertib Masuk Pura Dalam Hindu Bali, Ini yang Boleh Dan Tidak Boleh 

Berdasarkan berbagai sumber, untuk tetap menjaga kesucian pura kemudian masyarakat Hindu Bali membuat tata tertib untuk memasukinya.

(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Denpasar, Sabtu 24 April 2021. Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan 'Dharma' (kebenaran) melawan 'Adharma' (kejahatan) yang diperingati dengan melakukan persembahyangan bersama di setiap pura di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masyarakat Hindu Bali, memiliki tempat suci untuk memuja kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa.

Pura adalah tempat suci bagi umat Hindu. Sebab di dalamnya terdapat bangunan suci.

Yakni Pelinggih atau stana Tuhan bersama manifestasi beliau. Selain pura ada juga merajan atau sanggah. Serta tempat suci lainnya.

Untuk itu ada aturan tersendiri dalam memasuki pura dan merajan atau sanggah.

Khususnya tidak boleh orang yang cuntaka atau dalam keadaan kotor memasukinya.

Berdasarkan berbagai sumber, untuk tetap menjaga kesucian pura kemudian masyarakat Hindu Bali membuat tata tertib untuk memasukinya.

Pertama, bagi umat yang akan melakukan sujud bakti wajib mengenakan busana sembahyang. Bagi pria mengenakan kain kampuh, baju dan destar.

Sedangkan wanita mengenakan kain kebaya dan selendang.

Bagi orang yang sekadar ingin melihat suasana sembahyang, terutama bagi tamu mancanegara tidaklah elok jika masuk ke halaman suci (jeroan).

Apalagi jika tidak menggunakan pakaian yang sopan.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved