Breaking News:

Serba Serbi

Meninggal Karena Salah Pati, Kematian yang Tidak Terduga, Ini Penjelasannya

SEGALA sesuatu dalam Hindu Bali diupacarai dengan upakara atau bebantenan guna mendapatkan berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Tribun Bali/Prima
Ilustrasi - Meninggal Karena Salah Pati, Kematian yang Tidak Terduga, Ini Penjelasannya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - SEGALA sesuatu dalam Hindu Bali diupacarai dengan upakara atau bebantenan guna mendapatkan berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Termasuk jika ada kematian, maka akan dilakukan upacara ngaben. Sesuai lontar ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam upacara ngaben.

Kematian dalam kepercayaan Hindu Bali dibagi tiga.

Meninggal karena usia dan sakit.

Baca juga: Lahir Buda Wage Langkir, Apa yang Seharusnya Dilakukan Umat Hindu?

Kemudian salah pati atau kecelakaan serta ngulah pati seperti bunuh diri.

Penanganannya tidak sama.

Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, menjelaskan jenazah korban yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh seperti di Tukad Petanu itu termasuk mengalami salah pati.

Untuk itu, beliau menyarankan agar melakukan pengulapan di lokasi penemuan jasad.

“Ngulapin ini tujuannya agar roh korban yang meninggal tersebut tidak bingung serta a bisa berada pada sanggah urip sebagai pengikat atau pemegang roh,” kata ida kepada Tribun Bali, Rabu 28 April 2021.

Setelah itu dibuatkan upacara Guru atau Bendu Piduka.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved