Breaking News:

Berita Tabanan

Pekak Ruja Meninggal Ditabrak di Tabanan Bali, Terjadi Benturan di Kepala, Berikut Kronologisnya

Pekak Ruja meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di Jalan Umum jurusan Penebel-Senganan, Banjar Dinas Ubung, Penebel, Tabanan

istimewa/polres tabanan
Petugas melakukan olah TKP di tempat kejadian lakalantas di Jalan Umum jurusan Penebel-Senganan, Bamjar Dinas Ubung, Desa/Kecamatan Penebel, Tabanan, Jumat 30 April siang. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang kakek berusia 75 tahun meninggal dunia di Puskesmas Penebel usai mengalami kecelakaan di Jalan Umum jurusan Penebel-Senganan, Banjar Dinas Ubung, Desa/Kecamatan Penebel, Tabanan, Jumat 30 April 2021 siang.

Adalah I Ketut Ruja yang mengalami kecelakaan lalulintas dengan pengendara lain hingga mengakibatkan luka lecet pada tangan kanan dan keluar darah dari telinga kanan.

Diduga korban mengalami benturan di kepala terlalu keras saat ditabrak, sehingga telinganya mengeluarkan darah. 

Dari informasi yang diperoleh, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.15 Wita. 

Berawal saat Pekak Ketut Ruja mengendarai sepeda motor hendak menyeberang.

Di saat bersamaan, seorang pengendara lain bernama Nengah Wilen (34) yang juga mengendarai sepeda motor datang dari arah selatan jurusan Penebel menuju arah utara jurusan Senganan. 

Setibanya di TKP atau tepatnya Banjar Ubung atau saat melewati tikungan landai dan memasuki jalan lurus ke barat, tiba-tiba Pekak Ruja yang berasal dari Banjar Utu, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, ini memotong jalan dari selatan ke utara.

Karena jarak yang sangat dekat, Nengah Wilen kesulitan untuk menghindar sehingga terjadi tabrakan di badan jalan sebelah selatan marka as jalan.

Akibat kejadian tersebut, Pekak Ruja mengalami luka lecet pada tangan kanannya dan mengeluarkan darah dari telingannya.

Sedangkan, pengendara Nengah Wilen yang berasal dari Desa Pedawa, Buleleng, mengalami luka lecet di atas alis kanan dan luka lecet pada jari kanan. 

Baca Juga: Finishing GOR Debes Dipastikan Tahun Ini, Kucuran Dana BKK Provinsi Bali Rp10 Miliar untuk Finishing 

Baca Juga: 539 Pejabat Eselon IV Tabanan Dialihfungsikan, Sejumlah Pejabat Struktural Kemungkinan Dipertahankan 

Pekak Ruja yang mengeluarkan darah dari telinganya tersebut, dilarikan ke Puskesmas Penebel.

Di sana ia sempat mendapat perawatan, hanya saja tak lama kemudiam dinyatakan meninggal dunia. 

"Peristiwa tabrakan depan samping. Ketika pengendara Nengah Wilen ini usai melintasi tikungan, Pekak Ruja tiba-tiba memotong jalur sehingga terjadi tabrakan. Karena jaraknya sangat dekat dan tak bisa menghindar," ungkap Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia, Jumat 30 April 2021. 

Iptu Subagia melanjutkan, pasca olah TKP petugas menyimpulkan kecelakaan tersebut disebabkan oleh Pekak Ruja yang kurang hati-hati dan waspada saat akan memasuki jalur utama.

Baca Juga: Enam Jabatan di Tabanan Masih Kosong, Pemkab Tabanan Belum Lakukan Penunjukan 

Baca Juga: Tingkat Konsumsi Makan Ikan di Tabanan Masih Rendah, Pemkab Salurkan 500 Paket Gemar Makan Ikan 

Ia diduga tidak memperhatikan ada kendaraan yang datang dari arah timur sehingga terjadi kecelakaan.

"Korban sempat mendapat perawatan medis, namun tak berselang lama dinyatakan meninggal dunia. Kemungkinan penyebabnya karena ada benturan saat kecelakaan dan mengeluarkan darah dari telinganmya," tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Komang Agus Ruspawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved