Breaking News:

Corona di Bali

Insentif Nakes Covid-19 di RSUD Klungkung Belum Cair 7 Bulan

Dirut RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma menjelaskan, insentif yang belum diterima nakes Covid-19 selama 7 bulan, yakni mulai dari bulan September 2020

Istimewa
Petugas laboratorium sedang menguji sampel Swab PCR di RSUD Klungkung belum lama ini 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Tenaga kesehatan Covid-19 di RSUD Klungkung belum menerima insentif selama 7 bulan.

Saat ini insentif tersebut masih dalam proses verifikasi dari pemerintah pusat.

Dirut RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma menjelaskan, insentif yang belum diterima nakes Covid-19 selama 7 bulan, yakni mulai dari bulan September 2020, sampai dengan bulan Maret 2021. 

"Saat ini tunggakan insentif dari bulan September sampai dengan Desember 2020 sudah terverifikasi pusat. Semoga saja bisa segera terealisasi," ungkap dr I Nyoman Kesuma, Jumat 30 April 2021 kemarin.

Baca juga: Update Penanggulangan Covid-19 di Bali, Positif: 137 Orang, Sembuh: 141 Orang, Meninggal: 3 Orang 

Tunggakan yang sudah terverifikasi pusat dari bulan September sampai bulan Desember 2020 sekitar Rp6,4 miliar.

Nakes penerima insentif Covid-19 di RSUD Klungkung berjumlah sekitar 250 orang.

Sementara untuk tunggakan insentif bulan Januari sampai Maret 2021, masih dalam proses input di sistem aplikasi insentif.

" Jadi yang sudah terverifikasi pusat baru tunggakan tahun 2020," jelasnya.

Baca juga: 29 Warga Indonesia di India Positif Covid-19, 3.498 Orang Meninggal Dalam 24 Jam Terakhir

Besaran insentif bagi nakes yang menangani Covid-19 berbeda-beda. Isentif untuk dokter spesialis mencapai  Rp15 juta per bulan, dokter umum Rp10 juta, perawat Rp 7,5 juta, dan petugas lainnya Rp5 juta.

Itupun merupakan nominal maksimal, jika bekerja penuh dalam menangani pasien Covid-19. 

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved