Breaking News:

Berita Buleleng

Satgas Desa di Buleleng Diminta Ketat Awasi Pasien Isolasi Mandiri

Ini dilakukan mengingat kasus terkonfirmasi di beberapa desa terlihat cukup tinggi, salah satunya di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, dan banyuning.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa - Rencana Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah di Buleleng Bali Kembali Dibatalkan 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Satgas Desa diminta untuk lebih ketat mengawasi masyarakatnya yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Ini dilakukan mengingat kasus terkonfirmasi di beberapa desa terlihat cukup tinggi, salah satunya di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, dan Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng. 

Sekda Buleleng juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa ditemui seusai menggelar rapat evaluasi PPKM Mirko Jumat 30 April 2021 mengatakan, kasus aktif Covid-19 di Desa Patas saat ini mencapai 19 orang. Seluruhnya berasal dari klaster keluarga.

Peningkatan kasus ini terjadi lantaran minimnya pengawasan yang dilakukan oleh satgas desa kepada masyarakatnya yang menjalani isolasi di rumah. 

Bahkan, ada beberapa rumah yang telah yang dijadikan sebagai tempat isolasi, namun masih  tergabung dengan keluarganya yang tidak terkonfirmasi positif Covid-19.

Satgas Buleleng Minta Tambahan Vaksin Covid-19 Sebanyak 2 Ribu Vial

Satgas Buleleng Izinkan Shalat Tarawih Berjamaah di Masjid, Jumlah Jamaah Dibatasi 50 Persen

Satgas Buleleng Bali Susun Jadwal Vaksinasi Covid-19 Untuk Pedagang dan Atlet

"Jadi diharapkan rumah yang audah digunakan sebagai tempat isolasi itu clear dari keluarga yang tidak terkonfirmasi, agar tidak terjadi klaster keluarga. Atau aparat desa bisa mengontrak sebuah rumah untuk dijadikan sebagai tempat isolasi warganya, mengingat di wilayah Patas tidak ada hotel maupun villa," jelasnya. 

Selain itu, Suyasa juga meminta kepada masyarakat yang menjalani isolasi mandiri di rumah, agar tidak keluar dari rumah, baik untuk berkebun atau berternak.

Sebab apabila keluar dari rumah, dikhawatirkan akan terjadi kontak dengan warga lain yang tidak terkonfirmasi Covid.

"Kami sudah mengimbau Satgas Desa agar tidak hanya berjaga di posko dan sekedar memberikan sembako kepada yang terkonfirmasi, lalu ditinggal. Satgas juga harus ikut memantau tempat isolasinya," ucapnya. 

Sementara untuk tingginya kasus terkonfirmasi di Kelurahan Banyuning, kata Suyasa  terjadi karena mobilitas penduduk di wilayah itu cukup tinggi.

Untuk itu, pihaknya memutuskan mulai mengisolasi pasien tanpa gejala maupun bergejala ringan yang ada di wilayah tersebut, di hotel Grand Surya Seririt.

"Kami harap semua satgas desa bekerja. Memantau dan memberi pedan kepada masyarakatnya bahwa Covid-19 ini masih terjadi. Evaluasi per desa akan terus kami lakukan, karena lebih efektif kami bisa langsung memberikan saran kepada Satgas di desa," tutupnya.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved