Breaking News:

Berita Buleleng

Diduga Lakukan Penggelapan Dana, 3 Mantan Prajuru Desa Adat Penarukan Ditahan di Mapolres Buleleng

Ketiganya diduga melakukan penggelapan uang milik desa adat setempat dengan total kurang lebih Rp 317 juta.

Istimewa
Jaksa saat menggiring JDP, DKDB dan MSS ke Rutan Polres Buleleng untuk ditahan 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tiga mantan prajuru Desa Adat Penarukan dijebloskan ke Rutan Mapolres Buleleng, Rabu (5/5/2021).

Mereka masing-masing berinisial JDP, DKDB dan MSS.

Ketiganya diduga melakukan penggelapan uang milik desa adat setempat dengan total kurang lebih Rp 317 juta.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Yogie Pramagita mengatakan, ketiga pelaku sejatinya diberi kewenangan untuk melakukan pengelolaan aset desa adat. Seperti lahan milik desa adat yang disewakan kepada pihak ketiga, iuran pasar dan parkir.

Baca juga: Saat Detik-Detik Penutupan, 11 Orang Mendaftar pada Lelang Jabatan Kepala OPD di Pemkab Buleleng

Bukannya disetor ke kas desa adat, dana hasil pengelolaan aset itu justru digunakan oleh ketiganya untuk keperluan pribadi.

Kasus ini pun dilaporkan oleh warga ke Mapolres Buleleng pada awal 2020 lalu.

Setelah melakukan penyelidikan cukup lama, polisi kemudian menetapkan ketiganya sebagai tersangka, dan kasus tersebut telah dilimpahkan ke jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Rabu 5 Mei 2021.

Usai dilimpahkan, JPU langsung memutuskan untuk melakukan penahanan kepada ketiga tersangka di rutan Polres Buleleng.

Penahanan dilakukan sebab dikhawatirkan para tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya.

Sementara Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, dalam melakukan penggelapan ini, ketiga tersangka tidak bekerjasama.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved