Mudik Lebaran 2021

Pos Penyekatan Mudik di Bali Aktif 24 Jam, Dibagi 3 Shift, Antisipasi Jam Dini Hari

Direktorat Lalu Lintas Polda Bali bersama Satuan Kerja lain menerapkan pola pemeriksaan 24 jam di setiap pos penyekatan yang ada di Pulau Bali.

Dir Lantas Polda Bali
Travel gelap terjaring operasi penyekatan mudik di wilayah Jembrana, Bali, Kamis 6 Mei 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktorat Lalu Lintas Polda Bali bersama Satuan Kerja lain menerapkan pola pemeriksaan 24 jam di setiap pos penyekatan yang ada di Pulau Bali.

Seperti disampaikan oleh Dir Lantas Polda Bali, Kombes Pol Indra kepada Tribun Bali, pada Sabtu 8 Mei 2021. 

"Pola pos penyekatan petugas melakukan pemeriksaan 24 jam," kata Indra.

Dari 24 jam, petugas dibagi dalam tiga shift, masing-masing regu bakal bertugas 8 jam. 

"Dibagi 3 shift jadi tidak begitu capek," ujarnya.

Baca juga: Pastikan Kelancaran Operasional Peniadaan Mudik 2021, Bandara Ngurah Rai Bali Siagakan Posko Terpadu

Di samping itu, kata Dir Lantas Polda Bali, dalam pola penyekatan 24 jam ini dilakukan untuk mengantisipasi para pemudik yang nekat mencari kesempatan untuk meloloskan diri ke kampung halaman.

"Kita antisipasi jam - jam malam dan dini hari," tutur Indra.

Dir Lantas Polda Bali berharap dengan masyarakat mematuhi peraturan pemerintah terhadap larangan mudik serta meningkatkan kesadaran akan protokol kesehatan supaya mampu memutus rantai penyebaran Covid-19 dan angka kasus dapat ditekan apalagi Bali bersiap untuk pembukaan pariwisata yang lebih luas.

Baca juga: Hari Pertama Masa Penyekatan Mudik Lebaran 2021, Dirlantas Polda Bali Amankan 4 Unit Travel Gelap

"Kita berharap dengan dipatuhinya peraturan ini cepat bisa memutus mata rantai apalagi ada varian baru yang masuk, mungkin kita sehat tapi kita membawa virus, kita ke pasar, ke pusat keramaian, dibawa mudik ketemu orang, tertular kemudian membahayakan bagi keluarga di kampung halaman," ujarnya.

Indra menjelaskan bahwa secara umum kondisi hari pertama penyekatan mudik di Bali berjalan dengan lancar, tidak ditemukan kejadian - kejadian menonjol, seperti halnya pemudik yang terkatung-katung karena tidak bisa melintas ke Jawa maupun pemudik yang protes marah-marah melawan petugas karena putar balik.

"Kemarin kita sudah tinjau di beberapa pos secara umum lancar, anggota gabungan dari berbagai instansi bertugas di posnya masing-masing secara terpadu dan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan - kendaraan yang lewat, kalau lokal kita persilakan lanjut dengan syarat protokol kesehatan, kalau ada yang mudik kita periksa kelengkapan surat-suratnya," kata dia.

Baca juga: 14 Travel Gelap Batal Mudik, Hari Pertama Penyekatan Keluar Bali

"Di Bandara Ngurah Rai dan Terminal Mengwi sepi dari lalu lalang penumpang, hanya kita-kita saja para petugas," sambungnya.

Saat memantau penyekatan mudik, Indra juga sempat menangkap 4 unit travel gelap mengangkut pemudik dari Denpasar dan hendak menyeberang melintas ke Jawa melalui Jembrana.

"Kemarin kita temukan di Jembrana ada 4 travel gelap, mau neyebrang ke Jawa, setelah kita periksa tidak ada surat-surat, tidak ada izin trayek, jadi kendaraan pribadi yang dijadikan travel gelap," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved