Breaking News:

Berita Bali

Perkara Dugaan Korupsi LPD Tanggahan Peken Bangli, Wayan Sudarma Dituntut Pidana 2 Tahun Penjara

Ia dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi kala menjabat sebagai kepala LPD Tanggahan Peken yang dipimpinnya selama 31 tahun.

Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Sudarma saat menjalani sidang tuntutan secara daring. Mantan Kepala LPD Tanggahan Peken Bangli ini dituntut pidana penjara selama dua tahun, karena diduga melakukan korupsi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Kepala Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Tanggahan Peken, Sulahan, Susut, Bangli, I Wayan Sudarma (58) menjalani sidang tuntutan secara virtual di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 11 Mei 2021.

Oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa Sudarma dituntut pidana penjara selama dua tahun.

Ia dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi kala menjabat sebagai kepala LPD Tanggahan Peken yang dipimpinnya selama 31 tahun.

Di hadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day, JPU I Made Agus Sastrawan dalam surat tuntutan menyatakan, perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan terhadap UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Baca juga: Rentan Timbulkan Trauma Berkepanjangan, KPPAD Bali Minta Korban Pencabulan di Tabanan Didampingi

"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Wayan Sudarma dengan pidana penjara selama dua tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan. Dan denda Rp 100 juta subsidair empat bulan kurungan," tegasnya.

Selain itu terdakwa juga dikenakan tuntutan tambahan, yakni membayar uang pengganti sebesar Rp 148.791.250.

Apabila tidak membayar uang pengganti, Sudarma bisa dipidana penjara selama satu tahun.

Terhadap tuntutan tim JPU, Sudarma menyerahkan sepenuhnya kepada tim penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar.

"Menanggapi tuntutan jaksa penuntut, kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis. Mohon waktu 1 minggu, Yang Mulia," ucap Aji Silaban didampingi Yulia Ambarani.

Diberitakan sebelumnya, dalam melakukan tindak pidana korupsi terdakwa Sudarma tidak sendirian. Sudarma yang ditunjuk sebagai Ketua LPD Tanggahan Peken sejak 1989 itu diduga menilep uang LPD bersama pengurus lainnya secara berlanjut  sejak 2005 sampai dengan tahun 2017.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved