Breaking News:

Lebaran 2021

Jelang Lebaran 2021, Kunjungan Tiara Dewata Meningkat, Tidak Berbanding Lurus dengan Volume Jual

Lebaran 2021 ini, terjadi peningkatan pengunjung namun, peningkatan pengunjung ini tidak berbanding lurus dengan volume jual.

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Karsiani Putri
Suasana di Tiara Dewata menjelang Hari Raya Lebaran 2021 pada Selasa 11 Mei 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Manager Operasional Tiara Dewata, Novie Setyo menuturkan bahwa di masa menjelang Lebaran 2021 ini, terjadi peningkatan pengunjung namun, peningkatan pengunjung ini tidak berbanding lurus dengan volume jual.

Novie Setyo menuturkan bahwa hal tersebut mungkin diakibatkan oleh kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 yang dimana daya beli masyarakat masih terbilang lemah. 

Hal ini pun berimbas kepada volume jual beli di supermarket khususnya di Tiara Dewata yang dimana menjadi tidak sama dengan Hari Raya Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. 

“Misalkan dulu customer mengonsumsi lima sampai sepuluh barang, tapi sekarang mungkin cukup dua barang saja karena terkait income terlebih pariwisata sudah lumpuh. Kami masih bergerak karena kami melayani kebutuhan pokok,” kata Novie Setyo.

70 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Selamat Lebaran 2021

Libur Lebaran 2021, Dispar Badung Belum Berharap Banyak Terkait Peningkatan Kunjungan Wisatawan

Pemakaian Listrik Jawa-Bali saat Lebaran Mencapai 20 Ribu Megawatt

Ketika ditemui Tribun Bali pada Selasa 11 Mei 2021, Novie Setyo pun menuturkan bahwa mengingat Hari Raya Lebaran menjadi bagian dari libur nasional, pabrik tempat penyedia produk kemungkinan akan ikut libur sehingga pihaknya telah menyediakan stok lebih banyak dari hari normal. 

Hal ini guna menghindarkan masyarakat agar tidak kesulitan dalam mencari kebutuhan sehari-harinya. 

Ia juga menuturkan bahwa pada musim Lebaran tahun ini, adapun komoditas yang banyak diincar, yakni pangan mengingat ketika menjelang Hari Raya, masyarakat banyak yang menyiapkan kudapan. 

Sedangkan untuk penjualan parsel, Novie Setyo menjelaskan bahwa apabila dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan parcel pada Lebaran tahun ini hanya sekitar 25 persen parsel yang terjual. 

“Masyarakat saat ini mengutamakan konsumsi produk sehari-hari. Kebutuhan sekunder seperti baju atau parsel yang akan diberikan ke orang lain mungkin menjadi pilihan yang ke sekian,” ungkapnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved