Corona di Bali

UPDATE Varian Covid-19 Afrika dan Inggris di Provinsi Bali

Sejak ditemukan beberapa pekan lalu, saat ini Pemerintah Provinsi Bali masih melakukan penyelidikan terkait varian baru Covid-19 jenis Afrika dan Ingg

Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya - UPDATE Varian Covid-19 Afrika dan Inggris di Provinsi Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sejak ditemukan beberapa pekan lalu, saat ini Pemerintah Provinsi Bali masih melakukan penyelidikan terkait varian baru Covid-19 jenis Afrika dan Inggris. 

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan epidemiologis hingga akhir bulan Mei ini. 

"Saat ini masih kita lakukan penyelidikan epidemiologis hingga akhir bulan Mei," jelasnya pada, Kamis (20 Mei 2021).

Oleh karena pemeriksaan sampel harus dikirim ke pusat jadi saat ini pihaknya belum mendapatkan hasil sampel terbaru. 

Baca juga: Indonesia Diminta Tak Tiru Perilaku Masyarakat Rusia Hadapi Pandemi Covid-19

"Sampel kan harus dikirim ke pusat. Selama bulan Mei sampel dikirim ke pusat dan belum ada hasil baru kemarin saja," tambahnya. 

Ia juga turut mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu tetap menerapkan protokol kesehatan dengan 6M, yakni dengan memakai masker dengan benar⁣⁣, menjaga kebersihan tangan⁣⁣, menjaga jarak⁣⁣, mengurangi mobilitas⁣⁣, menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup⁣⁣⁣ dan menjauhi kerumunan⁣⁣. 

Baca juga: Tak Kantongi Suket Covid-19, 26 Penumpang Bus di Terminal Mengwi Badung Diwajibkan Rapid Antigen

Dua Kasus Varian Baru Ditemukan di Jawa Timur

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengumumkan ditemukan lagi dua kasus varian baru virus corona.

Kedua kasus teridentifikasi di Jawa Timur. Ia menerangkan, dua kasus berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang datang dari Malaysia.

"Minggu lalu kita ketemu dua lagi mutasi baru, dua-duanya terjadi di Jawa Timur. Satu mutasi Afrika Selatan dan satu mutasi dari London," ujar Budi tanpa menyebut detail mutasi virusnya dalam konferensi pers Senin 17 Mei 2021.

Baca juga: dr Fajar Sebut Kegiatan Vaksinasi Covid-19 Harus Tetap Dilakukan Meski Ada Efek Samping

Mantan wamen BUMN ini mengimbau masyarakat agar terus disiplin protokol kesehatan 3M. Kepala daerah agar terus aktif mengencarkan tracing dan testing.

"Penularan dari varian baru ini lebih tinggi, Oleh karena itu yang harus kita lakukan sebagai rakyat adalah pastikan protokol kesehatan dijalankan. Untuk kepala daerah, RT, Lurah, Kapolda Pandam tolong pastikan protokol PPKM mikronya dijalankan sebaik-baiknya,demikian juga testing dan tracing nya,"jelas Budi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menggolongkan B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika, serta P1 dari Brasil sebagai varian of Concern atau varian yang diwaspadai.

Baca juga: 52,55 Warga di Denpasar Telah Divaksinasi Covid-19, Juli 2021 Diharapkan Tuntas 100 Persen

VoC memiliki beberapa karakteristik yang bisa menyebabkan penularan yang lebih cepat (super spreader) dan dapat memengaruhi tingkat keparahan penyakit. (*)

Berita lainnya di Corona di Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved