Breaking News:

GPLI Bersama KKP dan JASINDO Tandatangani MoU Perlindungan Budidaya Lobster

GPLI) bersama Ditjen Budidaya KKP dan JASINDO menandatangani MoU untuk memberikan perlindungan asuransi bagi usaha budidaya lobster.

Editor: Noviana Windri
ist
GPLI Bersama KKP dan JASINDO Tandatangani MoU Perlindungan Budidaya Lobster 

TRIBUN-BALI.COMGabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) bersama Ditjen Budidaya KKP dan PT. Asuransi Jasa Indonesia (JASINDO) menandatangani MoU untuk memberikan perlindungan asuransi bagi usaha budidaya lobster, di Gedung Mina Bahari 4, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat 21 Mei 2021.

Ketua GPLI Gunawan Suherman menjelaskan,  penandatanganan MoU ini merupakan suatu tonggak sejarah, karena asuransi budidaya lobster ini merupakan yang pertama di Indonesia dan ini bisa menggairahkan usaha budidaya lobster di dalam negeri.

"Budidaya Lobster akan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di daerah dan akan sangat membantu dalam pemulihan ekonomi nasional. Dengan adanya perlindungan asuransi dari Jasindo, ini akan semakin memantapkan para pembudidaya untuk memulai usahanya. Masyarakat akan merasa aman dalam menjalankan usahanya karena terlindungi asuransi. Saya jamin bahwa budidaya lobster ini pasti akan bisa berhasil di Indonesia," terang Gunawan

Gunawan menambahkan GPLI siap melakukan pemantauan dan pembinaan secara terus menerus kepada para nelayan pembudidaya hingga menjadi pembudidaya yang berdikari.

Dalam sambutan Dirjen Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan momen ini adalah momen penting lantaran Indonesia baru mulai meningkatkan budidaya lobster di dalam negeri.

Sayap Ayam, Salak, Bubur, Lobster,dan Makanan Warna Putih Pantang Dimakan saat Imlek, Ini Alasannya

Kelompok Masyarakat di Bali Didorong Budidaya Lobster, Pemprov Targetkan Bisa Tembus Pasar Ekspor

Menteri KKP Optimis Indonesia Bisa Menjadi Produsen Ekspor Lobster Terbesar di Dunia

Dan bahkan dikatakan punya ambisi untuk menjadi produsen lobster terbesar di dunia.

"Kita harapkan lobster yang dihasilkan Indonesia dapat menjadi unggulan secara nasional maupun Internasional, karena itu perlu disiapkan perangkat perlindungan bagi masyarakat pembudidaya agar ada ketenangan dalam menjalankan usaha budidayanya," paparnya.

Kehadiran GPLI menurut Slamet Raharjo sangat penting, karena GPLI bisa membina masyarakat, selain menjadi penjamin teknologi, juga menjadi penjamin usahanya yakni sebagai offtaker.

"Saya yakin dengan adanya GPLI dan Jasindo budidaya lobster akan semakin besar," tambahnya

Sementara Kepala Grup Asuransi Pertanian, Mikro dan Program Pemerintah Jasindo M.Fauzi Ridwan menyampaikan arahan dari presiden Jokowi agar jangan pernah lelah mengabdi ke negara.

"Insyaallah, karena ini bisa berkembang untuk ketahanan pangan kami Jasindo siap mendukung asuransi budidaya lobster ini," tegas M Fauzi.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved