Serba serbi
Sejarah Singkat Lahirnya Majelis Ketahanan Krama Bali Nusantara
I Ketut Nurasa, Ketua Majelis Ketahanan Krama Bali Nusantara (MKKBN), menceritakan sekilas sejarah singkat lahirnya MKKBN.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Ketut Nurasa, Ketua Majelis Ketahanan Krama Bali Nusantara (MKKBN), menceritakan sekilas sejarah singkat lahirnya MKKBN.
"MKKBN terbentuk tahun 2021, sekitar bulan Februari. Berkembang dari Majelis Ketahanan Krama Bali (MKB)," katanya, Senin 24 Mei 2021.
MKB ini sebelumnya merupakan salah satu elemen PHDI Bali, dan telah ada sejak 2010 lalu.
"Kebetulan kala itu saya sebagai sekretarisnya, dan kini berkembang ke MKKBN," jelasnya.
Baca juga: Industri Baju Barong Khas Bali Terseok Akibat Pandemi, Parwata: Yang Penting Bisa Menyambung Hidup
Nurasa menegaskan, bahwa legal standing atau dasar hukum MKKBN jelas adanya.
Banyak rekannya yang ikut berpartisipasi, dalam masalah sosial, hukum, hingga keamanan.
Bukan hanya untuk Hindu, tetapi juga secara nasional.
Sehingga lahirlah MKKBN ini.
Bahkan tokoh lahirnya, juga datang dari berbagai elemen, baik itu mantan anggota dewan, pensiunan polisi, pakar hukum, akademisi, dan lain sebagainya.
Baca juga: MKKBN Laporkan Sejumlah Pimpinan Lembaga Agama dan Adat di Bali ke Polisi
"Impian awalnya sebenarnya wadah MKKBN ini, digunakan untuk menjalankan swadarma (kewajiban) agama dan negara. Kita hidup tidak bisa lepas dari swadarma ini," tegas pria yang juga advokat ini.
Kebetulan saat ini, kata dia, ada polemik ihwal sampradaya.
Maka MKKBN ingin ikut dalam mencari solusi agar tidak saling menyalahkan.
Apalagi jika dilakukan dengan arogansi. Sehingga tercipta situasi yang damai dan shanti.
Baca juga: Pesan Tjokorda Pamecutan Saat Hadiri Dharmatula MKKBN: Bali Harus Guyub, Agar Pasemetonan Bisa Bagus
"Kami tidak ingin ada yang merasa teraniaya," katanya. Untuk itu, MKKBN pun akan menolong siapa saja. Tanpa memandang agama atau latar belakang. Sesuai misi menjalankan swadarma agama dan swadarma negara.
"MKKBN membuka pintu bagi siapapun tanpa terkecuali," katanya. MKKBN terdiri dari lima divisi. Di antaranya Sabha Pandita yang berisi sulinggih dan para orang suci. Kemudian Sabha Welaka, berisi para intelektual, cendikiawan, dan akademisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-mkkbn-nurasa.jpg)