Breaking News:

Berita Buleleng

Museum Unik di Buleleng, Wijaya Kumpulkan 130 Jenis Rempah dari Sumatera Hingga India

Wijaya mengaku membangun museum secara perlahan sejak enam tahun silam pada lahan seluas 1,2 hektare.

TRIBUN BALI/RAYU AYU ASTRI DESIANI
Suasana Museum Rempah Sang Natha di Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan Buleleng, Jumat 28 Mei 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Warga Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan Bapupaten Buleleng bernama Made Suyasa Wijaya membangun Museum Rempah Sang Natha.

Museum ini dibangun untuk mengedukasi masyarakat tentang fungsi dan khasiat rempah-rempah.

Wijaya mengaku membangun museum secara perlahan sejak enam tahun silam pada lahan seluas 1,2 hektare.

Ia mengumpulkan berbagai jenis rempah yang ada di berbagai wilayah Indonesia hingga India. Total kini ada 130 jenis rempah yang ia tanam di museum tersebut.

Baca juga: Kejari Buleleng Kembali Geber Kasus Dugaan Korupsi di LPD Anturan, 16 Saksi Telah Diperiksa

Baca juga: Pria Bermotor Tertangkap Kamera CCTV Mencuri Celana Dalam di Desa Kalibukbuk Buleleng

Museum Rempah Sang Natha, kata Wijaya, berbeda dari museum rempah yang ada di daerah lain.

Di museum ini, pengunjung dapat melihat langsung aneka tanaman rempah serta proses pengolahan hingga menjadi bubuk, dan pengemasan.

Sementara museum rempah di daerah lain lebih memperlihatkan koleksi produk dan sejarah.

Rempah-rempah yang ditanam di museum ini salah satunya adalah cengkih dan kopi yang merupakan komoditas unggulan Buleleng.

Terdapat pula rempah andaliman, yang bibitnya didatangkan langsung dari Sumatera Selatan serta kapulaga yang didatangkan langsung dari India.

"Bibitnya saya beli lalu saya taman di museum ini," ucapnya saat meresmikan museum, Jumat 28 Mei 2021.

Jika sudah memasuki masa panen, rempah-rempah itu kata Wijaya, sebagian akan dijual serta diolah untuk dikonsumsi para pengunjung.

Ia berencana untuk membuat pewarna alami dan esensial dari rempah-rempah tersebut kemudian dijual di workshop yang ada di museum tersebut.

Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng I Nyoman Genep  yang hadir saat peresmian museum mengapresiasi pembangunan Museum Rempah Sang Natha ini.

Menurutnya, keberadaan museum rempah dapat menjadi sarana edukasi masyarakat, khususnya para generasi milenial dan menjadi alternatif wisata edukasi yang menjanjikan.

Berita lainnya dari Kabupaten Buleleng

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved