Breaking News:

Berita Buleleng

Kejari Buleleng Kembali Geber Kasus Dugaan Korupsi di LPD Anturan, 16 Saksi Telah Diperiksa

Kasi Intel sekaligus Humas Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, kasus dugaan korupsi di LPD Anturan saat ini masih dalam tahap penyelidikan

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Tim Kejari Buleleng menunjukan sejumlah dokumen serta satu unit mobil yang disita dari hasil penggeledahan LPD Anturan, beberapa waktu lalu 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sempat ditunda karena fokus pada penanganan kasus dugaan mark-up Explore Buleleng dan Bimtek CHSE, Kejaksaan Negeri Buleleng kembali menggeber kasus dugaan korupsi di LPD Anturan.

Kasi Intel sekaligus Humas Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, kasus dugaan korupsi di LPD Anturan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Penyidik saat ini sedang memeriksa saksi-saksi, terdiri dari nasabah, pengurus LPD dan dari pihak LPLPD Buleleng.

Tercatat hingga saat ini sudah ada 16 saksi yang diperiksa.

Baca juga: LPD Anturan Digeledah Kejaksaan, Petugas Sita Sejumlah Dokumen, Mobil Fortuner dan Airsoft Gun

Dari pemeriksaan itu, pihaknya menemukan fakta baru, barupa kredit fiktif.

"Jadi saat kami memeriksa nasabah, ada yang mengaku kreditnya sejatinya sudah lunas sekitar tahun lalu, namun di pembukuan LPD masih tercatat memiliki kredit. Jadi ada indikasi seorang oknum menggunakan uang milik nasabah itu untuk keperluan pribadinya. Ini akan kami dalami lagi," ucapnya.

Dinggung terkait jumlah kerugian negara dari dugaan korupsi ini, Jayalantara enggan membeberkan.

"Untuk kerugian negara nanti lah, kalau kasus sudah ditingkatkan ke penyidikan. Kami masih akan memeriksa sejumlah saksi, setelah itu penyidik akan menyimpulkan apakah layak ditingkatkan ke penyidikan dan penetapan tersangka, atau bagaimana," terangnya.

Sementara terkait barang-barang yang disita, berupa satu unit mobil Fortuner berwarna hitam milik sang ketua LPD, kata Jayalantara masih disimpan oleh pihaknya, dengan diawasi oleh Kasi BB Kejari Buleleng.

"Semua barang-barang yang kami sita pada Januari lalu masih kami simpan, untuk dijadikan sebagai barang bukti," tutupnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved