Breaking News:

Berita Bali

Terpuruk Akibat Hantaman Pandemi, Puluhan Pengusaha Angkutan Pariwisata Mesadu ke DPRD Bali

Mereka ditemui langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi, dan dua Anggota Komisi II DPRD Bali yakni, IGA Bagus Suryadana

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Puluhan pengusaha angkutan pariwisata yang tergabung dalam Persatuan Angkutan Bali (PAWIBA) sampaikan aspirasi ke kantor DPRD Bali, Selasa 8 Juni 2021. 

Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama, Sudiarta menyampaikan anggota dari PAWIBA total sebanyak 149 pengusaha dengan 1.000 armada.

Tetapi dari jumlah tersebut, sekitar 50 persennya sudah tidak memiliki armada lagi lantaran sudah ada yang dijual karena pandemi, dan dicabut leasing-nya.

300 lebih kendaraan yang telah hilang baik itu kendaraan sewa Mobil (jenis Avanza hingga Innova atau sejenisnya), kendaraan sewa premium (jenis Alphard sejenisnya), kendaraan Sewa ELF, Hiace, kendaraan Bus Pariwisata medium 20, 30, 35 seat dan bahkan kendaraan bus pariwisata 40 - 45 seat.

Bagaimana dapat memenuhi kewajiban membayar angsuran karena selama pandemi Covid-19 ini tidak dapat beroperasional disebabkan tidak adanya tamu yang datang.

Bahkan, selama pandemic pihaknya mengalami kerugian akibat hal tersebut mencapai Rp 100 miliar.

Baca juga: DPRD Bali Gelar Sidang Paripurna, Agendakan Pandangan Gubernur Atas Pandangan 5 Fraksi Terkait BUPDA

“Kalau tidak salah 300 kendaraan sudah hilang, sebagian besar bus baru, dan sebagian dijual untuk pemeliharaan. Ada juga untuk memenuhi kehidupan sehari-hari,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan delapan poin aspirasi yang disampaikan kepada Komisi II DPRD Provinsi Bali diantaranya :

1. Menghentikan Kegiatan aksi Tarik Menarik Aset fidusia secara brutal oleh pihak pihak Jasa Keuangan dan Debt Collector dan semua pengusaha angkutan pariwisata Bali diberikan kelonggaran membayar kewajiban kepada Perusahaan Jasa Keuangan atau Leasing yang sama sekali tidak memberatkan Pengusaha.

2. Mengevaluasi kegiatan data pressure (menggelembungkan data dan nilai pinjaman sepihak yang memberatkan dan mengarah pada penyelesaian sepihak yang di mengarah pada point 1) yang dilakukan oleh Pihak jasa keuangan kepada Semua Pelaku usaha Pariwisata.

3. Dispensasi / Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk kendaraan Pariwisata seluruh Anggota Pawiba yang lebih kurang 150 Perusahaan di Bali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved