Berita Denpasar

Prihatin Dengan Kondisi Sungai dan Mangrove Saat Ini, Komunitas Sungai Watch Lakukan Pembersihan

Sejumlah relawan Sungai Watch sibuk memilah sampah di Kawasan Hutan Mangrove, Denpasar, Jumat 11 Juni 2021.

Penulis: Rizal Fanany | Editor: Noviana Windri
(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Sejumlah relawan Sungai Watch menggelar aksi bersih-bersih sampah di Kawasan Hutan Mangrove, Denpasar, Jumat 11 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah relawan Sungai Watch sibuk memilah sampah di Kawasan Hutan Mangrove, Denpasar, Jumat 11 Juni 2021.

Sedangkan anggota lainnya menggunakan kano memungut sampah dengan membawa karung. 

Kano-kano tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok dan menyebar di kawasan mangrove membersihkan sampah yang tersangkut di akar-akar pohon mangrove

I Made Dwi Bagiasa, Salah satu Koordinator Sungai Watch mengatakan kegiatan ini atas keprihatinan terhadap lingkungan yang ternodai oleh sampah

"Kita datang kesini atas keprihatinan terhadap lingkungan yang dinodai sampah terutama sampah plastik. Dan kegiatan ini juga dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup dan hari ini hari kelautan dunia". Katanya 

Komunitas Jeruji Besi Polres Karangasem Serahkan Bantuan Kepada Anak Yatim Piatu di Sidemen

Teater Sastra Welang dan Komunitas Seni Manuaba Pentaskan Taman Samaya

Menurutnya persoalan sampah di kawasan mangorve tidak hari ini saja melainkan sudah bertahun-tahun. 

" Sampah disini tidak hari ini saja masalahnya itu sudah bertahun-tahun dan sulit terurai. Makanya kami dari sungai watch menginformasikan melalui media Bagaimaan kita harus peduli pada lingkungan". Paparnya. 

Saat ini tim relawan yang mengikuti bersih-bersih mangrove terdapat 55 relawan dibantu masyarakat sekitar dan sore hari tim Dari TNI akan ikut bergerak membersihkan sampah di salah objek wisata kota Denpasar. 

" Kita ada relawan siap berjibaku membersih sampah dilumpur mangrove dan ada 55 relawan dan bersama Penduduk lokal klompok nelayan Simbar segara, batu lumbang dan tukad mati. Dan nanti kita dibantu anggota TNI". Imbuhnya. 

Kegiatan yang sudah dilaksanakan hampir satu minggu ini menghasilkan kurang lebih 18 ton sampah.

" Luas mangorve ini 22 hektar loh di sini, kita masih 4 hektar kita bersihkan. Kami berusaha maksimal mungkin, dan kami berharap lebih banyak relawan lagi". Terangnya 

Ia menjelaskan Sungai Watch menargetkan penanganan sampah terlebih dahulu di tiga wilayah yakni Badung, Tabanan dan Denpasar. 

"Kalau titik terparah dan menyedihkan di kota Denpasar ya di Mangrove ini. Untungnya kita punya mangrove sampah- sampah terjaring secara alami. Kebanyakan sampah plastik dan ada juga kasur dan kusen saya dapat kemarin, " Imbuhnya. 

Ia juga mengimbau agar masyarakat berhenti untuk memburu hewan biawak, sebab bangkai biawak di bantaran Sungai dan Mangrove bisa diurai.

Selain itu, De Bagi juga menyayangkan banyak masyarakat saat ini yang kurang care atau peduli pada lingkungan. 

Komunitas Lungatad Berseri Berharap Ketua TP PKK Denpasar Bantu Penjualan Produk Wedang Jahe Merah

Pasar Murah di Denpasar Libatkan Komunitas Binaan PKK, Ketua TP PKK Kunjungi Pasar Murah

"Saya berharap Pemerintah dan Desa Adat memberikan aturan tegas agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan lagi, " Tutupnya. (Zal) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved