Melanggar Kode Etik, Oknum Advokat DPC Peradi Denpasar Divonis Bersalah

Melanggar Kode Etik, Oknum Advokat DPC Peradi Denpasar Divonis Bersalah

ist
Suasana sidang kode etik pengacara Ni Kadek SNW di Inna Bali Heritage, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR- Setelah melalui proses persidangan dan pembuktian akhirnya Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) DPC Denpasar memvonis bersalah Ni Kadek SNW, oknum Advokat  anggota Peradi Denpasar.

Sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Gusti Ngurah Muliarta didampingi anggota majelis Ketut Bagiada, I Ketut Jaya, I Ketut Rai Setiabudhi, dan Gede Rudia Adiputra, Jumat 11 Juni 2021 kemarin.

Ni Kadek SNW, SH divonis bersalah melanggar ketentuan pasal 2 Kode Etik Advokat Indonesia.

Baca juga: Hotma Sitompul Adukan Hotman Paris ke Peradi, Ini Alasannya

Pasal itu berbunyi advokat Indonesia adalah warga negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, bersikap satria, jujur dalam mempertahankan keadilan dan kebenaran dilandasi moral yang tinggi, luhur dan mulia, dan yang dalam melaksanakan tugasnya menjunjung tinggi hukum, Undang-undang Dasar Republik Indonesia, Kode Etik Advokat serta sumpah jabatan.

DKD Peradi Denpasar menghukum yang bersangkutan dengan teguran tertulis sebagai peringatan keras untuk tidak mengulangi pelanggaran Kode Etik Advokat Indonesia.

DKD Peradi DPC Denpasar dalam amar putusannya meminta Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi untuk memberikan peringatan keras kepada Ni Kadek SNW.

Oknum pengacara tersebut juga dihukum untuk membayar biaya perkara sebesar 5 juta rupiah. 

Baca juga: Peradi Denpasar Menyambangi Polda Bali, Bahas Pendampingan Hingga Pendidikan Advokat Bagi Polisi

Ni Kadek SNW diadukan oleh Nicholas John Hyam warga negara Inggris yang datang ke Bali, Indonesia untuk berinvestasi dengan membeli property yang berlokasi di los pantai pererenan, Mengwi Kabupaten Badung, Bali. 

Namun, Nicholas harus menempuh proses hukum perdata yang panjang dan melelahkan hingga ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Pada putusan yang dibacakan Majelis Kehormatan Daerah secara bergantian dijelaskan bahwa Nicholas, sebelumnya menunjuk Law Office Budiman&co untuk menangani kasus perdata di tingkat Mahkamah Agung dengan nomor perkara 391/K/Pdt/2020.

Kuasa itu diberikan pada tanggal 19 Agustus 2019.

Ni Kadek SNW merupakan salah satu tim lawyer dari Budiman & Co.

Nicholas kemudian mentransfer uang sebesar Rp 3 miliar kepada Managing Partner Budiman & Co dengan harapan dana Rp 3 miliar tersebut seharusnya digunakan untuk biaya operasional.

Namun, dana tersebut diduga digelapkan oleh Ary Budiman Soenardi, SH Managing Partner Budiman & Co.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved