Kesehatan
8 Mitos Berkenaan dengan Penyakit Jantung yang Sebaiknya Tak Perlu Dipercaya
miskonsepsi atau mitos seputar penyakit jantung dan pencegahannya masih saja ada di masyarakat
Lemak trans atau minyak terhidrogenasi parsial adalah yang terburuk.
Jenis lemak ini banyak ditemukan pada makanan yang diproses dan digoreng serta dapat meningkatkan kadar LDL.
Lemak jenuh juga merupakan jenis lemak yang harus dihindari.
Lemak ini berasal dari produk hewani seperti daging merah dan mentega.
Dianjurkan untuk mengganti sumber lemak jenuh yang tidak sehat dengan lemak tak jenuh tunggal yang sehat dan lemak tak jenuh ganda.
Menerapkan hal tersebut dapat membantu menurunkan kadar LDL dalam tubuh kita.
6. Makanan tertentu bantu turunkan risiko penyakit jantung
Gillinov menegaskan, tidak ada makanan tertentu yang dapat mencegah penyakit jantung.
Namun, pola makan tertentu dapat membantu mencegahnya.
Beberapa makanan yang dianggap dapat menurunkan risiko penyakit jantung seperti blueberry, delima, dan kenari, bahkan ikan sekalipun memang bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Namun, mengonsumsi makanan itu saja tidak dapat mencegah penyakit jantung.
Pola makan seperti diet Mediterania adalah salah satunya.
Pola diet ini menyertakan makanan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, sayuran, buah, dan lemak tak jenuh tunggal seperrti minyak zaitun, yang terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
7. Beberapa jam olahraga berat dapat sehatkan jantung
Untuk menurunkan risiko kematian akibat penyakit arteri koroner dan kanker, kita perlu melakukan lima atau enam sesi aktivitas fisik moderat hingga berat per minggunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-seseorang-yang-terkena-serangan-jantung.jpg)