Kesehatan
8 Mitos Berkenaan dengan Penyakit Jantung yang Sebaiknya Tak Perlu Dipercaya
miskonsepsi atau mitos seputar penyakit jantung dan pencegahannya masih saja ada di masyarakat
Tapi, itu berarti tubuh kita masih menyimpan kolesterol di arteri yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan penyakit lainnya.
Baca juga: 9 Gejala Serangan Jantung yang Mesti Diwaspadai, Terasa Nyeri di Dada hingga Sesak Napas
3. Menurunkan LDL hanya lewat makanan
Menurut Gillinov, jika kadar LDL kita sangat tinggi, kita memerlukan statin atau obat penurun kolesterol lainnya untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Sebab, hati akan menghasilkan sekitar 75 pesen kolesterol dalam tubuh dan pola makan hanya bertanggung jawab atas 25 persen lainnya.
Pola makan sehat memang dapat menurunkan LDL kita, tapi konsumsi obat penurun kolesterol menjadi penting jika kita memiliki LDL yang sangat tinggi dan riwayat penyakit arteri koroner.
4. Tekanan darah tinggi bisa dirasakan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Banyak orang mengira kondisi ini akan menunjukkan gejala tertentu yang bisa dirasakan.
Padahal, tekanan darah tinggi disebut "silent killer" bukan tanpa alasan.
Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala hingga menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Kita hanya bisa mengetahui angka tekanan darah dengan cara memeriksakannya.
Menurut Gillinov, memeriksakan tekanan darah sebelum usia 21 tahun atau lebih awal menjadi langkah yang baik untuk mengantisipasi kemungkinan terkena penyakit jantung di masa depan, terutama jika memiliki riwayat tekanan darah tinggi di keluarga.
"Ini dapat memberikan dasar untuk pengukuran yang kita lakukan sepanjang hidup," ujarnya.
Baca juga: 4 Makanan dan Minuman Ini Sangat Baik Untuk Menurunkan Risiko Penyakit Jantung, Apa Saja Itu?
5. Lemak tidak baik untuk jantung
Ada empat jenis lemak berbeda yang kita temukan dalam makanan dan tidak semuanya buruk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-seseorang-yang-terkena-serangan-jantung.jpg)