Breaking News:

Kesehatan

8 Mitos Berkenaan dengan Penyakit Jantung yang Sebaiknya Tak Perlu Dipercaya

miskonsepsi atau mitos seputar penyakit jantung dan pencegahannya masih saja ada di masyarakat

Editor: Wema Satya Dinata
Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay
Foto ilustrasi seseorang yang terkena serangan jantung 

TRIBUN-BALI.COM - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian manusia di seluruh dunia.

Melansir Eurekalert, ini adalah data menurut Statistik Penyakit Jantung dan Stroke yang dirilis American Heart Association pada Januari 2021 di jurnal Circulation.

Secara global, hampir 18,6 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular pada 2019.

Ini merupakan tahun terakhir penghitungan statistik itu dilakukan di seluruh dunia.

Baca juga: Ini 6 Tanda-tanda Serangan Jantung saat Olahraga, No.3 Sering Terjadi

Para ahli mengingatkan bahwa pengaruh luas pandemi Covid-19 juga akan memengaruhi peringkat penyakit jantung di tahun-tahun mendatang.

Meski begitu, miskonsepsi atau mitos seputar penyakit jantung dan pencegahannya masih saja ada di masyarakat.

Melansir Cleveland Clinic, berikut sejumlah mitos seputar penyakit jantung yang perlu diketahui dan sebaiknya tak dipercaya:

1. Hanya terjadi jika ada riwayat keturunan

Faktor genetik terkadang memang berperan penting terhadap pengembangan penyakit arteri koroner.

Namun, menurut Ketua Departemen Bedah Toraks dan Kardiovaskular Cleveland Clinic, A Marc Gilinov, MD, 90 persen penyakit jantung disebabkan oleh gaya hidup yang tidak baik.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved