Daun Kelor
Kelor Bening Tumis Bawang, Sajian Sehat Penggugah Selera
Daun unik berbentuk bulat-bulat ini, kerap disajikan sebagai sayuran dalam makanan keseharian masyarakat.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kelor Bening Tumis Bawang, Sajian Sehat Penggugah Selera.
Daun kelor rasanya sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang.
Daun unik berbentuk bulat-bulat ini, kerap disajikan sebagai sayuran dalam makanan keseharian masyarakat.
Mencarinya pun sangatlah mudah, sebab bisa dibeli di pasar, bahkan ditanam sendiri di rumah.
Walau harganya murah dan cenderung mudah didapatkan, daun kelor memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia.
Baca juga: Wayan Mokoh Produksi Mi Berbahan Kelor, Tanpa Pengawet dan Bermanfaat untuk Kesehatan Mata
Baca juga: Warga Tabanan Produksi Mi Berbahan Dasar Daun Kelor yang Baik untuk Mata dan Tanpa Bahan Pengawet
Dalam ilmu Taru Pramana Usada Bali, disebutkan bahwa daun kelor memiliki banyak nutrisi.
Daun kelor diandalkan sebagai sumber nutrisi dan gizi, yaitu mengandung protein, karbohidrat, dan serat.
Mengandung vitamin yang lengkap mulai dari vitamin A, B, C dan E.
Mineral yang tinggi seperti zat besi, kalsium, magnesium, zink, dan lainnya.
Serta masih banyak lagi manfaatnya.
Jero Kartika, salah satu masyarakat Desa Batubulan, Gianyar, Bali kerap menggunakan daun kelor sebagai obat, selain memasaknya sebagai sayur.
Daun kelor ia gunakan pada tangan yang memar karena terjatuh.
Sementara untuk dimasak, daun kelor kerap diberikan bumbu tumis bawang dengan kuah bening.
"Sebenarnya pakai santan juga enak, hanya saja saya lebih suka yang bening agar kolesterol tetap terjaga," katanya.
Caranya adalah dengan memasukkan dua siung bawang merah dan bawang putih yang telah dikupas kulitnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kelor.jpg)