Breaking News:

Corona di Indonesia

Antisipasi Menipisnya Lahan TPU di DKI Jakarta, MUI Sarankan Pemakaman Massal

Pada Kamis 24 Juni 2021 Jakarta memecahkan rekor jumlah pemakaman jenazah dengan prosedur tetap (protap) Covid-19.

Editor: DionDBPutra
WARTA KOTA/RIZKI AMANA
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di DKI Jakarta membuat jumlah pemakaman dengan prosedur Covid-19 kembali mencetak rekor.

Pada Kamis 24 Juni 2021 Jakarta memecahkan rekor jumlah pemakaman jenazah dengan prosedur tetap (protap) Covid-19.

Total ada 182 jenazah di DKI yang dimakamkan dengan protap Covid-19. ”182 (data jenazah dimakamkan prokes Covid). Ini data final,” kata Kapusdatin Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo.

Di sisi lain, tingginya kasus kematian akibat Covid-19 itu juga menimbulkan permasalahan baru.

Baca juga: Dua Anak di Indonesia Meninggal Setiap Pekan karena Terinfeksi Covid-19

Baca juga: 374 Dokter dan 325 Perawat Meninggal Sejak Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia

Lahan pemakaman umum (TPU) yang tersedia, khususnya di DKI Jakarta, jumlahnya semakin menipis.

Apalagi selama 1,5 tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta telah memakamkan sebanyak 20 ribu jenazah dengan prosedur penanganan Covid-19.

Ini tentu mengancam jumlah ketersediaan lahan makam di Jakarta yang sudah semakin menipis.

Untuk mengantisipasi kasus kematian akibat Covid-19 yang terus melonjak itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahuddin Al-Aiyub, menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan pemakaman massal.

”Melihat kurangnya lahan untuk pemakaman korban Covid-19 di Jakarta, pemberlakuan pengukuran massal bisa dikaji. Artinya, mengubur beberapa jenazah dalam satu lubang. Ini sudah diatur di dalam fatwa MUI,” kata Sholahuddin dikutip dari situs MUI, Sabtu 26 Juni 2021.

”Jenazah korban Covid-19 yang sudah dimasukkan ke dalam peti bisa dimasukkan dalam satu lubang kuburan dengan formasi berjajar berdempetan. Penguburan massal tersebut diharapkan bisa menjadi solusi sementara untuk saat ini,” ujar Wakil Sekjen MUI bidang Fatwa periode 2015/2020 itu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved