Breaking News:

Corona di Bali

Mulai Rabu 30 Juni 2021, Masuk Bali Melalui Bandara Wajib Sertakan Hasil Negatif PCR 

Pemerintah Provinsi Bali melakukan pengetatan terhadap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk ke Pulau Dewata baik melalui transportasi udar

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
tangkap layar/Zaenal Nur Arifin
Weekly press briefing dari Kemenparekraf yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bali dan Menparekraf. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemerintah Provinsi Bali melakukan pengetatan terhadap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk ke Pulau Dewata baik melalui transportasi udara, darat maupun laut.

"Kami sudah menggelar rapat koordinasi dengan Bapak Pangdam, Kapolda dan Bupati/Walikota se-Bali untuk melakukan pengetatan kepada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri yang masuk ke Bali," ujar Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam weekly press briefing bersama Menparekraf, Senin 28 Juni 2021.

Ia menambahkan pengetatan tersebut tertulis dalam Surat Edaran Gubernur Bali terbaru yang diterbitkan hari ini dan akan berlaku mulai Rabu 30 Juni 2021.

Baca juga: Kemenparekraf Terus Finalisasikan Program Travel Corridor Arrangement (TCA) Bali

Pengetatan masuknya PPDN ke Bali tersebut sesuai dengan arahan dari Bapak Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menkes Budi Gunadi dan Menhub Budi Karya Sumadi.

"Pengetatan ini khususnya untuk transportasi lewat udara itu diberlakukan hanya dengan persyaratan hasil negatif test berbasis PCR. Untuk darat dan laut hanya diberlakukan membawa persyaratan hasil negatif test antigen, tidak lagi memberlakukan hasil GeNose C-19," tegas Gubernur Bali Wayan Koster.

Baca juga: BREAKING NEWS: GeNose Tak Berlaku,Pemprov Umumkan Masuk Bali Lewat Jalur Udara Wajib Gunakan Tes PCR

Sehingga mulai hari Rabu tanggal 30 Juni 2021 syarat perjalanan masuk ke Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali wajib menyertakan hasil negatif test swab berbasis PCR, sementara yang masuk Bali melalui darat dan laut diwajibkan membawa hasil negatif rapid test antigen atau lebih baik PCR.

"Akan mulai diberlakukan dari hasil koordinasi dengan Kepala BNPB aturan itu diberlakukan efektif mulai Rabu 30 Juni 2021, jadi dikasih waktu tenggat dua hari untuk menyesuaikan dengan peraturan yang baru ini," imbuhnya. 

Baca juga: IDAI Sebut 160 Anak di Bali Sedang Menjalani Perawatan Covid-19, Mayoritas Tertular dari Orangtua

Untuk memastikan bahwa surat keterangan itu asli tidak palsu, harus dilengkapi dengan QR Code karena ada yang memalsukan surat keterangan ini dengan cara membayar sejumlah uang tanpa melalui test tetapi sudah mendapatkan surat.(*)

Berita lainnya di Syarat Masuk Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved