Breaking News:

Corona di Bali

Baru 45 Persen, Satgas Kejar Target Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Buleleng

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng terus menyusun strategi agar target vaksinasi dapat tercapai.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng terus menyusun strategi agar target vaksinasi dapat tercapai.

Terbaru, Satgas meminta kepada camat dan lurah yang ada di Kecamatan Buleleng, untuk mendata berapa jumlah penduduk di masing-masing wilayahnya yang belum divaksin.

Kecamatan Buleleng menjadi fokus sasaran, mengingat hingga saat ini jumlah warga yang sudah divaksin di wilayah tersebut baru mencapai 45.66 persen. 

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa ditemui Senin 28 Juni 2021 mengatakan, pusat menargetkan vaksinasi dapat diberikan kepada 70 persen dari jumlah penduduk.

Baca juga: Jumlah Pendaftar saat PPDB Melampaui Jumlah Lulusan, Disdikpora Buleleng Sebut Ada Pendaftaran Dobel

Dengan demikian, khusus di Buleleng setidaknya ada 108 ribu orang yang harus divaksin. Sementara hingga saat ini, warga yang sudah divaksin baru mencapai 49.555 orang. 

Untuk itu, pihaknya bersama tim gabungan dari TNI-Polri  membuat tempat vaksinasi terpusat di Gedung Kesenian Gde Manik.

Harapannya masyarakat di Kecamatan Buleleng bisa datang ke tempat tersebut atau ke puskemas-puskemas terdekat untuk menjalani vaksinasi.

Selain itu, masing-masing lurah di Kecamatan Buleleng juga diminta untuk mendata  berapa jumlah warganya sudah divaksin, berapa yang tidak lolos screening, berapa yang tinggal di daerah, berapa yang tinggal di luar daerah.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus, RSUD Buleleng Tambah 20 Bed untuk Perawatan Pasien Covid-19

Jika ada warga yang tinggal di daerah tapi belum divaksin, diarahkan ke Gedung Kesenian atau puskesmas-puskesmas terdekat untuk menjalani vaksinasi. 

"Di Kecamatan Buleleng juga sejatinya banyak warganya yang sudah tinggal di luar daerah. Namun kami sudah menugaskan masing-masing lurah di Kecamatan Buleleng untuk mendata lagi. Selain itu warga juga diminta untuk mengisi formulir, agar saat datang ke tempat vaksinasi tidak ngantre lama," terangnya. 

Meski Presiden sudah mengeluarkan peraturan terkait sanksi bagi warga yang  tidak mau divaksin, Suyasa menyebut, pihaknya masih mencoba melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga terlebih dahulu.

Baca juga: Cegah Pembalakan Liar, Masyarakat Minta Pengelolaan Danau Tamblingan dan Alas Mertajati Buleleng

Apabila kedepan nyatanya masih banyak warga yang tidak mau divaksin, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menerapkan sanksi tersebut.

"Dalam Perpres memang sudah diatur sanksinya, seperti tidak diberikan pelayanan bantuan sosial, tidak diberikan pelayanan administrasi kependudukan bila tidak membawa surat vaksin, dan terakhir denda."

"Namun kami sedapat mungkin melakukannya secara persuasif dulu. Kalau akhirnya harus diterapkan, kami akan ajukan ke Bupati untuk diterapkan," jelasnya. (*)

Berita lainnya di Vaksinasi Covid-19

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved