Berita Buleleng

Kadek AA Akui Bayi yang Ditemukan Tewas di Wilayah Desa Tista Buleleng Adalah Anak Kandungnya

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk menentukan apakah pria asal Desa Tista itu dapat dijerat hukum.

Dok. Istimewa
Polisi saat melakukan olah TKP terkait penemuan sesosok mayat bayi di Banjar Dinas Munduk Tengah, Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Buleleng Kamis (3/6/2021) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Setelah menjalani pemeriksaan, Kadek AA (23) akhirnya mengakui jika mayat bayi berjenis kelamin laki-laki yang dibuang di Dusun Munduk Tengah, Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Buleleng adalah anak biologisnya.

Kendati sudah mengakui, status Kadek AA masih menjadi saksi.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk menentukan apakah pria asal Desa Tista itu dapat dijerat hukum.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya dikonfirmasi Selasa (28/6/2021) mengatakan, Kadek AA telah mengakui jika bayi yang dibuang tersebut merupakan hasil hubungan gelapnya dengan tersangka Ni Putu Rika Silvia (22).

Baca juga: UPDATE Polisi Didesak Usut Ayah Biologis Mayat Bayi yang Dibuang di Desa Tista Buleleng

Pengakuan ini juga sudah disertai dengan surat pernyataan.

Mengingat Kadek AA telah mengaku, maka tes DNA tidak perlu lagi dilakukan.

Selain mengakui bayi tersebut merupakan anak biologisnya, Kadek AA juga mengakui jika dirinya sempat dimintai pertanggung jawaban oleh tersangka Silvia, saat  dalam keadaan hamil. Namun Kadek AA enggan bertanggung jawab.

"Tersangka sempat ngasih tau ke Kadek AA ini bahwa dirinya dalam keadaan hamil. Tapi Kadek AA tidak mau tanggung jawab. Ini akan kami perdalam lagi, apakah dengan tidak mau bertanggung jawab ini yang bersangkutan juga bisa terjerat hukum atau tidak," jelasnya.

Sementara terkait penyebab kedua tangan bayi itu hilang saat ditemukan, berdasarkan hasil autopsi, hal itu diduga terjadi bukan karena dimakan oleh binatang buas.

Sementara berdasarkan pengakuan tersangka Silvia, saat dilahirkan anggota tubuh bayi malang tersebut dalam keadaan lengkap.

"Hasil autopsinya menyebutkan karena penyebab lain. Diduga bukan karena dimakan binatang buas. Ini juga masih didalami lagi oleh penyediki, untuk mengetahui penyebab pastinya, apakah karena perbuatan seseorang atau karena faktor lain," ungkapnya sembari mengatakan dalam waktu dekat penyidik akan menggelar rekontruksi.

Diberitakan sebelumnya, Ni Putu Rika Silvia (22) ditangkap polisi pada Kamis (3/6/2021) lalu.

Wanita asal Banjar Dinas Munduk Tengah ini mengakui jika dirinya  telah melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Banjar Dinas Munduk Tengah itu.

Silvia melahirkan bayi tersebut sendirian  di kamar mandi rumahnya, pada Selasa (1/6/2021) sekitar pukul 16.30 wita.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Banjar Magetelu Desa Tista Karangasem Terapkan PPKM Mikro

Saat dilahirkan, Silvia mengaku bayi itu sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Namun karena takut diketahui oleh keluarga lantaran hamil diluar nikah, Silvia kemudian membungkus mayat bayinya itu dengan sebuah kresek dan dimasukan ke dalam tas belanja berwarna hijau, lalu keesokan harinya dibuang tepat di depan gang rumahnya.

Mengingat bayi itu dilahirkan sudah dalam keadaan meninggal dunia, Silvia dijerat dengan pasal 181 KUHP tentang menyembunyikan atau menghilangkan mayat dengan maksud untuk menyembunyikan kelahiran atau kematian orang, dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan bulan. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved