Corona di Bali

MAAF Isolasi Mandiri, Jalan Gatsu VI L Denpasar Ditutup hingga 5 Juli, Penghuni Disiapkan Sembako

MAAF Isolasi Mandiri, Jalan Gatsu VI L Denpasar Ditutup hingga 5 Juli, Penghuni Disiapkan Sembako

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas Pecalang berjaga di pintu masuk Banjar Terunasari, Dauh Puri Kaja, Denpasar, Kamis 1 Juli 2021. Banjar Terunasari melakukan isolasi mandiri setelah 20 warganya positif covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 20 orang penghuni di kawasan Jalan Gatot Subroto VI L, lingkungan Dusun Terunasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar dinyatakan positif Covid-19.

Akibatnya, lingkungan ini pun ditutup dari pukul 07.00 Wita mulai hari ini 1 Juli hingga 5 Juli 2021 mendatang.

Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta mengatakan 20 orang yang positif tersebut dibawa ke rumah singgah untuk menjalani isolasi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Denpasar dan minta diisolasi di rumah singgah," katanya.

Baca juga: Jokowi Ungkap Alasan Bali Akan Diterapkan PPKM Darurat, Salah Siapa?

Sementara untuk warga yang negatif, tetap menjalani isolasi mandiri.

Untuk yang isolasi mandiri, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait kebutuhan mereka.

"Kami sudah koordinasi ke Dinas Sosial untuk meminta bantuan," katanya.

Selain itu, pihak Dusun Terunasari juga akan memberikan bantuan bagi warga yang isolasi mandiri.

Pihaknya menambahkan, sebelum adanya lonjakan kasus ini Desa Dauh Puri Kaja masuk zona hijau.

Petugas Pecalang berjaga di pintu masuk Banjar Terunasari, Dauh Puri Kaja, Denpasar, Kamis 1 Juli 2021. Banjar Terunasari melakukan isolasi mandiri setelah 20 warganya positif covid-19.
Petugas Pecalang berjaga di pintu masuk Banjar Terunasari, Dauh Puri Kaja, Denpasar, Kamis 1 Juli 2021. Banjar Terunasari melakukan isolasi mandiri setelah 20 warganya positif covid-19. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

"Sejak tanggal 4 Juni kami sebenarnya sudah zona hijau," katanya.

Salah seorang pecalang Banjar Dinas Terunasari, Abdul Gofur menuturkan kronologi warga yang positif ini berawal dari 2 orang warga asli setempat bepergian ke luar Bali tepatnya di Depok.

Kemudian dijemput oleh tetangganya seorang sopir ojek online.

Selanjutnya, setibanya di Bali 2 orang tersebut sakit.

Setelah itu berobat ke Puskesmas dan di-swab ternyata hasilnya positif.

Keduanya pun diminta isolasi mandiri dan saat ini sudah sembuh.

Baca juga: BREAKING NEWS : 20 Orang Positif Covid-19, Jalan Gatsu VI L Denpasar Ditutup Sementara

"Sopir ini ngekos dan juga berinteraksi dengan beberapa warga sekitar," katanya.

Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta menambahkan beberapa hari berikutnya, sopir ojek online tersebut juga sakit.

Setelah menjalani swab ternyata positif.

Tak hanya itu, beberapa tetangga kosnya dan warga sekitar juga sakit dan bergejala.

Baca juga: Angka Kasus Covid-19 Meningkat, Pengawasan Bule dan Warga Bandel Prokes di Bali Dioptimalkan

Atas inisiatif Kepala Dusun/Banjar Terunasari dilaksanakanlah swab kepada 43 warga pada Selasa 29 Juni 2021 kemarin.

"Swab digelar di Balai Banjar Teruna Sari. Dari swab tersebut, Rabu kemarin hasilnya keluar, 19 orang dinyatakan positif. Sehingga ditambah dengan sopir grab menjadi 20. Sementara yang 2 orang awalnya sudah sembuh," katanya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya pun menutup akses tersebut hingga 5 Juli mendatang. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved