Breaking News:

Corona di Bali

PPKM Darurat, Tempat Ibadah Gereja Katedral Denpasar Tetap Dibuka dengan Prokes Ketat

Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, Bali, memastikan tetap menjalankan ibadah misa dengan protokol kesehatan (prokes) ketat

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Misa di Gereja Katedral Denpasar pada masa pandemi Covid-19 - PPKM Darurat, Tempat Ibadah Gereja Katedral Denpasar Tetap Dibuka dengan Prokes Ketat 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, Bali, memastikan tetap menjalankan ibadah misa dengan protokol kesehatan (prokes) ketat pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021.

Hal ini disampaikan Ketua II Bidang Aksi Kemasyarakatan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Gereja Katolik Katedral Denpasar sekaligus Ketua Satgas Covid-19 gereja, Vitalis Alexander, saat dikonfirmasi Tribun Bali, Sabtu 3 Juli 2021.

"Keputusan terakhir dan sesuai dengan surat edaran (SE) Gubernur dan surat edaran Wali Kota, yakni tempat ibadah dibuka, jadi tetap ada misa seperti biasa dengan protokol kesehatan ketat," ujar Alex.

"Surat Edaran Bapak Uskup mengenai hal ini akan keluar hari ini," sambungnya.

Baca juga: 9 Daerah Wajib PPKM Darurat, Koster Sebut Penularan Covid-19 Makin Tinggi di Bali

Pelaksanaan ibadah untuk saat ini tetap dilaksanakan, sebagaimana aturan masa pandemi Covid-19 dengan protokol kesehatan yang ketat diberlakukan.

Jumlah umat yang mengikuti misa dibatasi maksimal 500 orang atau hanya berkisar 20 persen dari kapasitas.

Sejumlah protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan umat yang beribadah di gereja yakni umat wajib memakai masker, sebelum memasuki gedung gereja umat di cek suhu badannya, jika ada yang di atas 37,5 derajat celcius dipersilahkan untuk istirahat atau disarankan mengikuti ibadah secara daring.

Selanjutnya, umat melewati alas air disinfektan, kemudian diarahkan untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu di sejumlah wastafel yang telah disediakan.

Setelah itu menuju ke dalam gedung, memasukkan kolekte atau persembahan di awal sebelum peribadatan dan disemprotkan hand sanitizer di pintu masuk gedung gereja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved