Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Cara Mengatasi Benjolan

Cara Mengatasi Benjolan Papiloma, Kutil yang Bisa Tumbuh di Daerah Sensitif Dan Bisa Berisiko Kanker

Bila anda pernah mendapati benjolan kecil mirip daging tumbuh di tubuh anda, pasti anda bertanya-tanya apakah benjolan ini berbahaya atau tidak

Editor: Eviera Paramita Sandi
Shutterstock/Epov Dmitry
Ilustrasi Kutil 

TRIBUN-BALI.COM - Bila anda pernah mendapati benjolan kecil mirip daging tumbuh di tubuh anda, pasti anda bertanya-tanya apakah benjolan ini berbahaya atau tidak. 

Sebagian orang menganggap benjolan itu biasa dan disebut kutil. 

Banyak orang mempunyai kutil di tubuhnya. Kutil juga disebut Papiloma dalam istilah medis. 

Papiloma adalah sejenis tumor di kulit atau selaput lendir lainnya.

Baca juga: Cara Menghilangkan Benjolan Kecil Milia di Wajah, Jangan Seperti Obati Jerawat Atau Komedo

Melansir Healthgrades, benjolan kecil papiloma biasanya bersifat jinak.  Namun sebagian kecil papiloma ada juga yang bisa meningkatkan risiko kanker.

Papiloma dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Di kulit, papiloma dikenal sebagai kutil dan bisa terjadi di tangan, kaki, atau lutut.

Selain itu, papiloma juga dapat tumbuh di hidung, otak, alat kelamin, konjungtiva mata, sampai saluran payudara wanita.

Setelah mengenal sekilas apa itu papiloma, kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Gejala papiloma

Gejala papiloma bisa beragam, tergantung lokasi pertumbuhan dan tingkat keparahan penyakit.

Melansir Medical News Today, sebagian gejala papiloma di kulit tidak kentara atau hanya terlihat seperti kutil yang mengganggu penampilan.

Namun, gejala papiloma di saluran payudara wanita bisa menyebabkan keluarnya cairan encer atau berdarah dari putih.

Baca juga: Benjolan hingga Mulut Berbulu, Ini 1 Kondisi Kulit Yang Bisa Dialami Penderita HIV 

Sedangkan papiloma yang tumbuh di hidung, sinus, atau mata tak jarang menyebabkan masalah di daerah sekitarnya.

Ketika papiloma tumbuh di laring, gejalanya bisa sampai mengganggu pernapasan seperti suara jadi serak, tangisan pelan atau lemas, dan di kasus yang parah bisa menyebabkan sesak napas.

Sebagian besar penyebab papiloma berasal dari infeksi virus Human papillomavirus (HPV).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved