Breaking News:

Berita Tabanan

PTM Ditunda, MPLS Dilakukan Secara Daring, Disdik Tabanan Ikuti Kebijakan PPKM Darurat

Dinas Pendidikan Tabanan telah memastikan bahwa untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran 2021/2022 di Kabupaten Tabanan ditunda.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
ILUSTRASI - Dinas Pendidikan Tabanan telah memastikan bahwa untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran 2021/2022 di Kabupaten Tabanan ditunda. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Dinas Pendidikan Tabanan telah memastikan bahwa untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran 2021/2022 di Kabupaten Tabanan ditunda.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Makin Meningkat di Bali, Pemprov Bali Aktifkan Tempat Karantina Terpusat di Kuta

Kebijakan tersebut diputuskan dengan melihat kondisi dan situasi saat ini ditambah dengan penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali tanggal 3-20 Juli 2021 mendatang.

Selain itu, Disdik Tabanan juga mengumumkan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dilakukan secara daring namun, juga bisa diundur pelaksanaannya.

“Selama masih masa PPKM Darurat, PTM sudah dipastikan ditunda dan untuk pelaksanaan MPLS dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra saat dikonfirmasi pada Jumat 9 Juli 2021.

“Ini karena dilaksanakannya PPKM Darurat yang berlaku sampai 20 Juli 2021. Kedepannya kita akan melihat situasi dan perkembangan lebih lanjut,” imbuhnya.

Nyoman Putra menjelaskan, kemudian untuk pelaksanaan MPLS, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh sekolah di semua jenjang untuk dilakukan secara online atau daring.

Namun, kemungkinan juga bisa dilaksanakan setelah masa PPKM Darurat ini alias diundur.

Sebab, bisa jadi ada beberapa sekolah yang tidak langsung melaksanakan MPLS pada hari pertama tahun ajaran baru.

“Mungkin saja ada yang mundur pelaksanaannya. Namun intinya selama PPKM Darurat kami tetap mengikuti arahan substansi PPKM Darurat itu sendiri,” tegasnya.

Artinya, kata dia, pelaksanaan MPLS tidak diperkenankan mendatangkan siswa ke sekolah dan mengenai teknis penerapannya semua diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing satuan pendidikan.

"MPLS ini berbasis manajemen sekolah. Teknisnya masing-masing satuan pendidikan yang menerjemahkannya," imbuhnya.

Disinggung mengenai pelaksanaan MPLS di tingkat SD maupun TK atau PAUD, Putra menyatakan, secara umum MPLS pada jenjang tersebut diikuti langsung oleh para orang tua.

“Jadi, mereka para orang tua yang diberikan pemahaman, bahwa kondisi saat sekarang seperti ini yakni diterapkan PPKM Darurat dan sebagainya,” tandas mantan Kabag Umum Setwan Tabanan ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved