Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

PPKM Darurat, Luhut Telepon Koster Empat Kali Sehari, Gubernur Bali: Saya Dimonitor Terus

ADA yang menarik dalam rapat pelaksanaan PPKM Darurat di desa/kelurahan dan desa adat se-Bali

Tayang:
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ragil Armando
Gubernur Bali, Wayan Koster sempat mendapat telepon langsung dari Menko Maritim dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Darurat, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan alias LBP, Minggu 11 Juli 2021 - PPKM Darurat, Luhut Telepon Koster Empat Kali Sehari, Gubernur Bali: Saya Dimonitor Terus 

"Bingung nih, usaha-usaha seperti bengkel, cuci motor seperti ini apa juga akan ditutup?" tanya Joko, pelaku usaha cuci sepeda motor di Denpasar.

Begitu pula pelaku usaha laundry di Denpasar, Nita Sari (30).

Baca juga: Tim Gabungan Gelar Patroli Minta Pemilik Toko Non Esensial di Denpasar Tutup Selama PPKM Darurat

Ia mengaku mendukung penuh upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, namun harus diimbangi tanggung jawab pemerintah terhadap rakyatnya.

"Ini saja dari pertama buka sampai sekarang belum merasakan yang namanya untung, pemasukan masih terbatas, masih harus bayar uang kontarakan ruko, dan banyak bayaran lainnya, lalu dapat uang darimana kalau usaha kecil-kecilan seperti ini juga harus ditutup. Pemasukan kita ya dari orang yang datang menggunakan jasa untuk mencucikan bajunya. Kalau tutup ya kita tidak punya penghasilan apa-apa lagi, bagaimana kita memenuhi kebutuhan sehari-hari, harusnya kalau seperti ini ada bantuan dari pemerintah," tuturnya.

Lagi pula kalau harus tutup saat ini, ia memiliki tanggung jawab menyelesaikan cucian orang yang menggunakan jasanya.

"Kalau misal hari ini ditutup sampai tanggal 20 Juli, ini bagaimana cucian baju kotor milik orang-orang yang sudah masuk, bagaimana kalau pakaiannya dicari dan mau segera dipakai pemiliknya," ujar Nita.

Begitu pula Andi (39), tukang potong rambut di Kota Denpasar.

"Saya menghidupi dua anak dan istri saya, ya dari cukur rambut ini, kalau ditutup bagimana menafkahi anak saya? Bekerja apa lagi kalau non esensial meskipun saya tidak paham apa itu non esensial tidak boleh bekerja, terus dari mana menafkahi keluarga," ucapnya.

"Ya pemerintah berhak mengatur, melarang, tapi kebutuhan harus dipenuhi tidak hanya sepihak seperti ini," demikian Andi. (gil/ian)

Kumpulan Artikel Corona di Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved