Corona di Bali
PPKM Darurat, Luhut Telepon Koster Empat Kali Sehari, Gubernur Bali: Saya Dimonitor Terus
ADA yang menarik dalam rapat pelaksanaan PPKM Darurat di desa/kelurahan dan desa adat se-Bali
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - ADA yang menarik dalam rapat pelaksanaan PPKM Darurat di desa/kelurahan dan desa adat se-Bali, Minggu 11 Juli 2021.
Di sela rapat, Gubernur Bali Wayan Koster mendapat telepon dari Menko Maritim dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Darurat, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.
“Ini ada telepon dari Menko Maritim harus saya angkat,” kata Koster.
Saat Koster menerima telepon dari Luhut tersebut, suara dalam rapat virtual mendadak hening.
Baca juga: 25 Toko di Denpasar Tutup Sementara Selama Masa PPKM Darurat
Seusai menerima telepon, Gubernur Koster mengatakan kepada para peserta rapat dirinya mendapat pengawasan langsung dari Luhut terkait pelaksanaan PPKM Darurat.
“Jadi saya dimonitor terus oleh Bapak Menko Maritim yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaaan PPKM di Jawa dan Bali. Satu hari saya bisa ditelepon tiga kali, empat kali,” ujarnya.
Luhut bahkan menelpon Koster saat larut malam.
“Gak pakai jam. Jam 12 malam pun sampai kemarin dilakukan pemantauan,” katanya.
Dia menyebut tindakan Luhut sebagai bagian dari perhatian pemerintah pusat kepada Bali.
“Jadi begitulah perhatian pemerintah pusat terhadap Bali, karena cinta dan sayang terhadap Bali,” kata Koster.
Oleh sebab itu, gubernur meminta para kepala desa, bendesa adat beserta jajarannya serius menangani pandemic Covid-19.
Dalam rapat itu, Koster meminta kepala desa, bendesa adat beserta jajarannya kembali mengaktifkan peran Satgas Gotong Royong berbasis Desa Adat dan Relawan Desa.
Koster mengakui, beberapa hari belakangan ini terjadi penambahan kasus positif harian Covid-19 yang cukup signifikan di Provinsi Bali.
Per tanggal 10 Juli 2021, Bali ketambahan 678 kasus positif.
“Angka ini merupakan penambahan tertinggi dan belum pernah terjadi sejak pandemi mulai melanda pada Maret 2020 lalu. Lonjakan kasus positif ini masih terjadi di tengah pemberlakukan PPKM Darurat sejak 3 Juli lalu,” ungkapnya.
Khusus pengendalian Covid-19 secara niskala, Gubernur Koster meminta agar seluruh Bali melaksanakan upacara Ngrastiti Bhakti.
Upacara tersebut dilaksanakan serentak mulai dari tingkat desa hingga provinsi.
Menurut dia, upacara ini dilaksanakan pada 14 Juli 2021 pukul 09.00 Wita.
Menurut gubernur, untuk tingkat desa, upacara tersebut dilakukan di Pura Kahyangan Tiga atau Pura Desa.
Sedangkat tingkat kabupaten/kota bisa menyesuaikan.
Koster mengungkapkan, tujuan upacara ini adalah memohon atau nunas ica agar jagat Bali diberikan kerahayuan, tenteram, tertib, disiplin, guyub, kompak, bersatu dan agar pandemi Covid-19 bisa diatasi secara baik.
Baca juga: PPKM Darurat, Gugus Tugas Covid-19 Bangli Sebut Pengusaha yang Membandel Bisa Dicabut Izin Usahanya
Tanggapan pelaku usaha
Sementara itu, pelaku usaha non esensial di Kota Denpasar memberikan tanggapan beragam terhadap ketentuan PPKM Darurat yang mengharuskan mereka tutup sementara.
Pelaku usaha toko helm di Jalan Nusa Kambangan, Kota Denpasar, Feey (25) mengaku belum menerima sosialisasi dari pemerintah soal penutupan sementara tempat usaha non esensial.
Walau demikian dia cemas mendengar kabar sejumlah toko non esensial mulai ditutup secara paksa.
"Kalau tutup operasional pukul 20.00 Wita memang sudah ada dan kita patuhi. Tutup jam segitu saja sudah membuat pusing, apalagi kalau sampai tutup total berhari-hari," ujarnya, Minggu 11 Juli 2021.
"Kalau memang pemerintah mau menutup total usaha yang dikatakan non esensial itu, ya harusnya ada bantuan untuk kita memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kita dapat uang ya dari bekerja sehari-hari ini, kalau tidak bekerja tidak bisa dapat uang. Penghasilan saja kecil pas-pasan, harus bayar uang kos juga, semakin ditutup ya semakin mematikan," kata Feey.
Hal senada diungkapkan mereka yang bergerak di sektor usaha pelayanan jasa seperti tukang cukur rambut, tukang cuci sepeda motor, dan tukang cuci baju (laundry).
Kebanyakan dari mereka tidak mengetahui pasti ihwal kategori sektor esensial dan kategori non esensial.
Namun yang mereka khawatirkan usaha mereka yang menjadi satu-satunya sumber pendapatan tutup sementara.
"Bingung nih, usaha-usaha seperti bengkel, cuci motor seperti ini apa juga akan ditutup?" tanya Joko, pelaku usaha cuci sepeda motor di Denpasar.
Begitu pula pelaku usaha laundry di Denpasar, Nita Sari (30).
Baca juga: Tim Gabungan Gelar Patroli Minta Pemilik Toko Non Esensial di Denpasar Tutup Selama PPKM Darurat
Ia mengaku mendukung penuh upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, namun harus diimbangi tanggung jawab pemerintah terhadap rakyatnya.
"Ini saja dari pertama buka sampai sekarang belum merasakan yang namanya untung, pemasukan masih terbatas, masih harus bayar uang kontarakan ruko, dan banyak bayaran lainnya, lalu dapat uang darimana kalau usaha kecil-kecilan seperti ini juga harus ditutup. Pemasukan kita ya dari orang yang datang menggunakan jasa untuk mencucikan bajunya. Kalau tutup ya kita tidak punya penghasilan apa-apa lagi, bagaimana kita memenuhi kebutuhan sehari-hari, harusnya kalau seperti ini ada bantuan dari pemerintah," tuturnya.
Lagi pula kalau harus tutup saat ini, ia memiliki tanggung jawab menyelesaikan cucian orang yang menggunakan jasanya.
"Kalau misal hari ini ditutup sampai tanggal 20 Juli, ini bagaimana cucian baju kotor milik orang-orang yang sudah masuk, bagaimana kalau pakaiannya dicari dan mau segera dipakai pemiliknya," ujar Nita.
Begitu pula Andi (39), tukang potong rambut di Kota Denpasar.
"Saya menghidupi dua anak dan istri saya, ya dari cukur rambut ini, kalau ditutup bagimana menafkahi anak saya? Bekerja apa lagi kalau non esensial meskipun saya tidak paham apa itu non esensial tidak boleh bekerja, terus dari mana menafkahi keluarga," ucapnya.
"Ya pemerintah berhak mengatur, melarang, tapi kebutuhan harus dipenuhi tidak hanya sepihak seperti ini," demikian Andi. (gil/ian)
Kumpulan Artikel Corona di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-bali-wayan-koster-sempat-mendapat-telepon-langsung-dari-menko-maritim-dan-investasi.jpg)