Breaking News:

Berita Bali

Seorang WNA Rusia Pelanggar Protokol Kesehatan Jalani Proses Deportasi Malam Ini

pada tanggal 9 Juli 2021 Kepala kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melakukan pemanggilan terhadap ketiga WNA tersebut untuk dilakukan

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa kiriman Humas Kanwil Kemenkumham Bali.
Suasana pendeportasian WNA langgar protokol kesehatan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Dalam operasi Yustisi Pelaksanaan PPKM Darurat yang dilakukan tim gabungan pada 8 Juli 2021 yang lalu di wilayah Kuta Utara terdapat 3 WNA direkomendasikan untuk dilakukan deportasi.

Sesuai rekomendasi Satpol PP, pada tanggal 9 Juli 2021 Kepala kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melakukan pemanggilan terhadap ketiga WNA tersebut untuk dilakukan proses pendeportasian.

"Pelaksanaan pendeportasian WNA atas nama Muraay Ross dan Ayala Aileen akan dilaksanakan pada hari ini melalui Bandara Ngurah Rai menuju Jakarta dan dilanjutkan penerbangan ke Negaranya.

Sedangkan untuk WNA atas nama Zulfia Kadarberdieva masih menunggu ketersediaan tiket penerbangan ke negaranya," ujar Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Senin 12 Juli 2021.

Baca juga: Melanggar Protokol Kesehatan Saat PPKM Darurat di Bali, 3 WNA Dideportasi Imigrasi

WNA atas nama Zulfia Kadarberdieva yang masih menunggu ketersediaan tiket penerbangan ke negaranya, informasi terakhir juga akan menjalani proses deportasi malam ini.

"Yang satu yang terakhir itu yang belum dideportasi menunggu tiket  penerbangan akan kami tempatkan di ruang detensi imigrasi ngurah rai.

Informasi terbaru sudah ada tiketnya langsung nanti malam diberangkatkan," imbuh Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk.

Lalu WNA asal Rusia lainnya atas nama Anzhelika Naumenok yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan dengan kondisi positif Covid-19 serta menolak untuk dilakukan karantina.

Pada tanggal 8 Juli 2021 telah dilakukan penjemputan oleh Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada sebuah Villa di wilayah Canggu, Kuta Utara untuk selanjutnya dilakukan proses karantina.

"Terhadap WNA atas nama Anzhelika Naumenok, Paspornya telah ditahan di Kantor Imigrasi Ngurah Rai, apabila proses karantina telah berakhir dan dinyatakan negatif Covid-19, akan dilakukan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa Pendeportasian," jelas Jamaruli Manihuruk.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved