Breaking News:

Berita Bali

Jadi Kurir Sabu, Adiy Parwata Dituntut Pidana Bui 9 Tahun

I Gede Adiy Parwata (23) dituntut pidana bui selama 9 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Putu Candra
Adiy Parwata saat menjalani sidang secara daring. Ia dituntut 9 tahun penjara karena diduga terlibat peredaran sabu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Gede Adiy Parwata (23) dituntut pidana bui selama 9 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pemuda kelahiran Datah, Karangasem 31 Oktober 1997 ini dituntut pidana, karena diduga terlibat peredaran narkotik golongan I jenis sabu.

Diketahui, terdakwa ditangkap petugas kepolisian di simpang empat Pasar Renon, Denpasar Selatan seusai mengambil tempelan sabu. 

Surat tuntutan telah dibacakan JPU I Dewa Gede Anom Rai dalam persidangan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 13 Juli 2021.

Baca juga: Jadi Kurir Sabu di Denpasar, Julian Terancam 20 Tahun Penjara

Terhadap tuntutan itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan secara tertulis. 

"Kami akan menanggapi tuntutan jaksa melalui pembelaan tertulis. Mohon waktu 1 minggu majelis hakim," pinta Bambang Purwanto selaku penasihat hukum kepada majelis hakim pimpinan Putu Gde Novyartha. 

Sementara itu JPU Anom Rai menyatakan dalam tuntutannya, bahwa terdakwa Adiy Parwata telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotik Golongan I bukan tanaman yang beratnya lebih dari 5 gram. 

Baca juga: Polair Polresta Denpasar Bersama Unit ATV Polda Bali Gelar Patroli Dengan Menyasar Pantai Nusa Dua

Sebagaimana dakwaan alternatif pertama, terdakwa dinilai melanggar pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik. 

"Menghukum terdakwa I Gede Adiy Parwata oleh karena itu dengan pidana penjara selama  9 tahun, dipotong masa penangkapan dan penahanan. Dan pidana denda Rp1 miliar subsider 4 bulan penjara," tegas jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali ini. 

Seperti diketahui, terdakwa ditangkap di simpang empat Pasar Renon, Jalan Tukad Yeh Aya, Renon, Denpasar Selatan, Minggu, 11 April 2021 sekira pukul 17.50 Wita. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved