Breaking News:

Berita Badung

Pastikan Tak Ada Kerumunan,Objek Wisata Jadi Sasaran Tim Gabungan Yustisi PPKM Darurat di Kuta Utara

Pemantauan dilakukan guna memastikan tidak ada kerumunan dari pengunjung pantai, baik Lokal maupun asing.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Tim Yustisi gabungan Kecamatan Kuta Utara saat memantau penerapan PPKM di Pantai Batu Bolong Selasa 20 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Untuk memastikan minimnya kerumunan yang terjadi di wilayah Kecamatan Kuta Utara Badung, Tim Yustisi gabungan Kecamatan Kuta Utara memantau penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pantai Batu Belig, Banjar Batu Belig, Kelurahan Kerobokan Kelod.

Pemantauan dilakukan guna memastikan tidak ada kerumunan dari pengunjung pantai, baik Lokal maupun asing.

"Jadi kita tetap memantau, guna menekan penyebaran Covid -19 yang terus mengalami lonjakan.

Selain itu mengantisipasi melonjaknya pasien di Rumah Sakit," ujar Wakapolsek Kuta Utara AKP I Wayan Sudiartha. SH Selasa 20 Juli 2021.

Baca juga: Giri Prasta Melaunching Penyerahan BLT PPKM Darurat di Badung, Pastikan Seluruh Warga Dapat Bantuan

Pihaknya mengaku hanya memberikan imbauan dan menindak pelanggar Prokes sesuai Instruksi Mendagri No 15 tahun 2021 maupun Instruksi Inmendagri No 16 tahun 2021 terkait larangan warga Masyarakat yang berkerumun di objek wisata pantai.

Selain pantai , titik pantauannya juga menyasar jalur Batu Belig menuju Petitenget jalur  rawan akan kerumunan seperti restauran, rumah makan dan pertokoan Modern.

"Disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) hal paling penting saat ini," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan pelaksanaan shalat Idul Adha telah dilakukan di rumah masing-masing bahkan pembagian daging qurban pun menggunakan kupon untuk menghindari terjadinya antrian atau kerumunan.

Namun untuk di wilayah Kuta Utara dipastikan tidak ada kerumunan yang mengakibatkan kasus meningkat.

"Untuk pembatasan jam operasional pasar, dan pembatasan jumlah tamu untuk pernikahan sebanyak 30 orang dan  dilarang menggelar resepsi telah berjalan dengan baik," ujarnya.

Dirinya mengaku selalu berkoordinasi dengan babinkamtibmas terkait dengan penerapan prokes diwilayah masing-masing.

"Babin terus memantau kegiatan di wilayah masing-masing, untuk memastikan tidak ada kerumunan juga," imbuhnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved