Breaking News:

Berita Tabanan

Selama Pelaksanaan PPKM Darurat Perekaman e-KTP di Tabanan Ditunda Sementara

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan terpaksa menunda sementara pelayanan perekaman KTP elektronik

tribunnews
ILUSTRASI e-KTP: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan terpaksa menunda sementara pelayanan perekaman KTP elektronik sesuai dengan arahan dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna mengantisipasi timbulnya kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan terpaksa menunda sementara pelayanan perekaman KTP elektronik sesuai dengan arahan dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna mengantisipasi timbulnya kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19.

Terlebih lagi saat ini sedang dilaksanakan penerapan PPKM Darurat dan jika PPKM Darurat diperpanjang, penundaan pelayanan perekaman e-KTP ini juga lebih lama.

BACA JUGA: Pemuda Karangasem Gelar Aksi Solidaritas Dengan Berbagi Makanan Gratis Ditengah PPKM Darurat

“Sudah kita berlakukan sejak dimulainya PPKM Darurat ini. Artinya kami mengikuti perintah dari pusat guna menekan angka kasus Covid-19,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tabanan, I Gusti Ngurah Rai Dwipayana, Selasa 20 Juli 2021.

Menurut Rai Dwipayana, penundaan perekaman KTP elektronik sudah dilakukan Disdukcapil Tabanan sejak tanggal 3 Juli 2021 dan rencananya berlaku sampai dengan PPKM Darurat atau berakhir tanggal 20 Juli 2021.

Namun, jika memang PPKM Darurat diperpanjang layanan perekaman KTP elektronik tetap akan ditunda atau mengikuti PPKM Darurat.

“Sejauh ini tidak sampai terjadi permasalahan. Karena perekaman KTP untuk masyarakat Tabanan sudah diatas 100 persen. Sehingga dengan adanya penundaan perekaman ini tak membuat gejolak apalagi pemohon sampai membludak,” katanya.

Dia menjelaskan untuk sekarang rata-rata pemohon untuk melakukan perekaman KTP elektronik setiap harinya 70-80 orang.

Namun, jumlah ini tergolong sedikit karena orang Tabanan yang sudah melakukan perekaman 100 persen sesuai dengan jumlah yang sudah pantas mengurus KTP.

“Sekarang pemohon sedikit karena sebagian besar sudah melakukan perekaman masyarakat kita,” katanya.

Sementara disinggung ketersediaan keping KTP, Rai Dwipayana mengaku masih mencukupi.

Saat ini, stok keping KTP tersedia sebanyak ribuan keping.

Termasuk pula alat penunjang administrasi lainnya tidak ada kekurangan.

“Untuk stok keeping atau blanko KTP masih ada, tidak ada sampai kosong masih ada ribuan,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved