Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

BOR Rumah Sakit di Tabanan Sudah 76,5 Persen, BRSU Tabanan Sempat Rawat Pasien Covid-19 di Ruang IGD

BRSU Tabanan sebelumnya sempat kewalahan sehingga menggunakan IGD sebagai ruangan darurat pasien covid karena ruang isolasi penuh.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Made Prasetya Aryawan
Suasana di depan Instalasi Gawat Darurat, BRSU Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu. BOR Rumah Sakit di Tabanan Sudah 76,5 Persen, BRSU Tabanan Sempat Rawat Pasien Covid-19 di Ruang IGD 

Dr Susila menegaskan agar masyarakat seluruhnya disiplin penerapan protocol Kesehatan.

Menurutnya, jika protokoler tidak dijalankan, tambahan kasus akan terus bertambah dan pandemi tak akan selesai.

“Kalau kerumunan masih ada, tak akan selesai,” tegasnya.

Oksigen Hanya Bertahan Hingga Besok Pagi

Disisi lain, dr Susila mengungkapkan untuk ketersediaan oksigen terutama oksigen liquid sangat tipis alias langka. Sebab, kepastian kedatangan pasokan oksigen belum pasti.

“Oksigen liquid tipis sekali, belum ada berita kapan datang. Kami akan siagakan tabung-tabung cadangan, itupun hanya mampu bertahan sampai besok pagi,” terangnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya menyatakan akan berburu oksigen tabung. Sebab, ketersediaan oksigen ini harus cukup mengingat masalahnya adalah pasien sangat banyak. Artinya produksinya tidak memadai dengan kebutuhan.

“Tapi barusan ada info akan ada dropping, namun kami belum dapat jadwal. Semoga sebelum besok pagi dapat jatah sehingga pasokan aman,” harapnya.

Harap-harap Cemas Jika Kasus Berat Melonjak

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr I Nyoman Suratmika menyebutkan, keterisian bed untuk pasien positif covid di ruang isolasi seluruh Tabanan sudah mencapai 76,5 persen.

Artinya dari 200 bed yang tersedia sudah terisi 153 bed dan sisanya hanya 47 bed saja.

Baca juga: Tabanan Siapkan 116 Bed Isolasi Terpusat, Berada di Dua Kecamatan, Khusus untuk Pasien OTG dan GR 

“BOR kita di Tabanan sudah 76,5 %. Tapi semua itu karena di RS Nyitdah ada 12 bed yang tidak bisa terpakai karena ruangannya rusak. Sekarang on proses untuk perbaikan,” ungkap dr Suratmika.

Dia sangat berharap kedepannya kasus bisa terkendali dan masyarakat diminta untuk mentaati protokol Kesehatan agar kasus tidak kembali melonjak.

Selain itu, ia juga berharap tidak ada kasus yang berat karena ketersediaan bed saat ini sudah sangat sedikit.

“Kita hanya bisa mengandalkan yang tersedia di RS swasta dan RS Nyitdah yang masih dalam perbaikan. Mari berdoa semoga bisa terkendali dan tidak ada kasus berat lagi,” harapnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved