Berita Bangli
Peternak Ikan Khawatir, Semburan Belerang Kembali Muncul di Banjar Seked Bangli
Sempat berhenti beberapa saat, semburan belerang di Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali, kembali terjadi.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sempat berhenti beberapa saat, semburan belerang di Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali, kembali terjadi.
Kali ini, semburan terjadi di wilayah Banjar Seked, Desa Batur.
Pembudidaya ikan di wilayah sekitar, I Ketut Wania mengatakan, semburan belerang diketahui pada hari Senin 26 Juli 2021 sekitar pukul 06.00 wita atau tiga hari setelah semburan belerang di wilayah Banjar Ulundanu, Desa Songan mereda.
Ciri-cirinya semburan belerang yakni permukaan air danau berubah menjadi putih, di samping bau belerang yang menyengat.
Baca juga: Pemkab Bangli Tetapkan Isoter, Warga yang Menolak Isoter Akan Dijemput Paksa
“Selain di Seked, semburan belerang juga diketahui di wilayah Desa Kedisan dan Desa Buahan. Namun hingga pukul 12.00 wita, yang masih paling keras diketahui di wilayah Seked. Sedangkan di Desa lain sudah berangsur-angsur pulih,” ucapnya.
Wania mengatakan, selama bulan Juli hingga sudah diketahui sudah empat kali terjadi semburan belerang.
Kendati saat ini kembali terjadi semburan belerang, Wania mengatakan sementara belum diketahui adanya kematian ikan.
Pihaknya menambahkan, pada semburan belerang sebelumnya diketahui total ikan budidaya yang mati sekitar 23 ton.
Dari jumlah tersebut, Wania mengatakan masih ada kemungkinan ikan mati yang belum terhitung, sekitar 5 ton.
Baca juga: Sebaran Covid-19 di Bangli Tembus 3000 Kasus
“5 ton itu menyebar dari wilayah Desa Songan; Dusun Seked, Desa Batur; Desa Kedisan, dan Desa Buahan. Mudah-mudahan semburan belerang tadi pagi tidak menyebabkan kematian ikan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma saat dikonfirmasi terpisah membenarkan jika wilayah Banjar Seked, Desa Kedisan, dan Desa Buahan kembali terdampak semburan belerang.
Pihaknya juga mengakui fenomena ini tumben terjadi, mengingat semburan belerang sebelumnya sudah sempat berhenti pada tanggal 23 Juli.
Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di Bangli Bertambah 44 Orang, Sejumlah Kegiatan di Desa Pinggan Dibatasi
“Tanggal 23 sudah sempat berhenti setelah terakhir diketahui di Ulundanu, Desa Songan. Mudah-mudahan dampak kematian ikan tidak separah sebelumnya. Karena kita juga kesulitan mengambil bangkai ikan, serta tempat penguburannya juga sulit,” ungkapnya.
Sarma tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan semburan belerang terjadi secara beruntun di bulan Juli.
Dari fenomena alam yang terjadi, pihaknya mengatakan dari 548 kelompok pembudidaya ikan di Danau Batur, total pembudidaya ikan yang terdampak semburan belerang sebanyak 331 kelompok. (*)
Berita lainnya di Berita Bangli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/perairan-danau-batur-di-wilayah-banjar-seked-desa-batur-kintamani-bangli-bali.jpg)