Breaking News:

Berita Bali

Koster Bakal Lanjutkan Belajar Mengajar Daring Jika Pandemi Berakhir,Komisi IV DPRD Bali Siap Dukung

sistem hybrid yang merupakan gabungan antara sistem konvensional dan daring tersebut membuat pemerintah dapat menekan anggaran, khususnya dalam

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Ist/ Pande Pasupati
Siswa di Desa Sekartaji saat belajar daring. Koster Bakal Lanjutkan Belajar Mengajar Daring Jika Pandemi Berakhir, Komisi IV DPRD Bali Siap Mendukung 

Sebelumnya,  Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 membuat revolusi di dunia pendidikan tidak terelakkan.

Salah satunya adalah perubahan metode belajar-mengajar dari konvensional ke virtual atau daring.

Oleh sebab itu, dirinya mengungkapkan ide bakal melanjutkan metode belajar secara daring jika pandemi Covid-19 berakhir.

Bahkan, ia menyebut jika nantinya di Bali ia merencanakan bakal menerapkan metode belajar-mengajar hybrid yakni gabungan antara konvensional dengan daring.

Baca juga: PTM Ditunda, MPLS Dilakukan Secara Daring, Disdik Tabanan Ikuti Kebijakan PPKM Darurat

“Selama pandemi ini kita mendapat pelajaran, belajar itu bisa secara online, belajar bisa secara daring, tidak harus sekolah di ruangan, konvensional. Nanti begitu pandemi ini berakhir belajar secara daring harus kita tetap laksanakan, jadi kita akan tetapkan dua metode hybrid, konvensional dan daring,” katanya di depan para anggota DPRD Bali di sela-sela sidang paripurna, Rabu 28 Juli 2021.

Oleh sebab itu, Koster bakal melakukan rapat dengan jajaran Pemprov Bali secara khusus untuk membahas hal ini.

Dirinya juga mengungkapkan jika dengan adanya metode belajar seperti ini justru membuat pemerintah dapat menampung banyak siswa untuk belajar di sekolah negeri.

Mengingat, tidak diperlukan lagi pembangunan sekolah atau kelas baru untuk menampung para peserta didik.

“Minggu depan saya rapat dengan tim untuk menyusun konsep ini. Metode belajar harus sudah berubah karena perkembangan teknologi informasi, jadi kebutuhan untuk menampung siswa tidak harus lagi bangun sekolah baru, kelas baru, nggak lagi,” paparnya.

Ketua DPD PDIP Bali ini juga mengaku sudah memiliki skema khusus mengenai metode pembelajaran tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved