Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Gianyar Tambah Utang Rp 343 Miliar, Ketua DPRD: Ini Membantu Perguliran Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Gianyar berutang Rp 343 miliar pada PT Sarana Multi Infrastruktur

Istimewa/Pemkab Gianyar
Suasana sebelum penandatanganan pinjaman uang ke PT SMI secara virtual, Rabu 4 Agustus 2021. Tampak dalam foto, Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta dan pejabat lainnya. 

Dengan berkurangnya target Pendapatan Daerah tahun 2022, hal itu berimbas pada rancangan Belanja Daerah.

Pada 2021 ini, Belanja Daerah dirancang Rp 2,2 triliun lebih.

Namun pada 2022 hanya dirancang Rp 2 triliun lebih sedikit.

Di mana nilai tersebut terdiri dari Belanja Operasi Rp 1,5 triliun lebih (77,41 persen) Belanja Modal Rp 226 miliar lebih (11,27 persen).

Dalam masa yang tidak menentu ini, Pemkab Gianyar melakukan perubahan signifikan terhadap belanja tak terduga.

Di mana sebelumnya, porsi untuk belanja ini hanya Rp 700 juta atau 0,03 persen.

Di tahun 2022 nanti mendapatkan porsi lebih banyak, yakni Rp 1 miliar atau 0,05 persen.

Sedangkan defisit anggaran dalam KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 58 miliar lebih.

Hal ini terjadi karena rencana belanja untuk membiayai sektor prioritas, lebih besar dibandingkan dengan proyeksi rencana pendapatan.

Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gede Mayun yang mewakili Bupati Gianyar, waktu itu mengatakan, rancangan ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi pada tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan ekonomi, serta masih adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada penerimaan PAD yang mengandalkan pemasukan dari industri pariwisata.

"Ini merupakan rancangan yang realistis, yang bercermin dari kondisi saat ini," tandasnya.

Kata dia, dalam target PAD tahun 2022, masih didominasi rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan di luar pajak daerah, seperti retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

"Untuk pendapatan transfer dalam KUA dan PPAS, bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer anyar daerah. Defisit anggaran tahun 2022 akan dapat ditutupi, terutama bersumber dari penerimaan pinjaman daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2021 yang saat ini sedang berjalan," ujarnya. (*).

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved