Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Piala Thomas dan Uber 2021

Ini Peluang Tim Badminton Indonesia di Piala Thomas dan Uber Cup 2021 dan Kekuatan Calon Lawan

Simak peluang tim badminton Indonesia di turnamen bergengsi Piala Thomas Cup dan Piala Uber Cup 2021.

Editor: Ady Sucipto
Alexander NEMENOV / AFP
Atlet Badminton Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kiri) melakukan pukulan di sebelah Kevin Sanjaya Sukamuljo dari Indonesia dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putra melawan Chirag Shetty dari India dan Satwiksairaj Rankireddy dari India selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 26 Juli, 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA-  Simak peluang tim badminton Indonesia di turnamen bergengsi Piala Thomas Cup 2021 dan Piala Uber Cup 2021.

Peluang tim badminton Indonesia untuk menjuarai grup A di Thomas Cup 2021 cukup terbuka lebar.

Sementara di Uber Cup 2021, tim badminton Indonesia harus bersaing keras dengan Jepang.

Baca juga: UPDATE Klasemen Akhir Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2021: China Juara Umum, Indonesia Peringkat 3

Baca juga: Update Siaran Langsung Final Badminton Olimpiade 2021: Ini Rekor Greysia/Apriyani vs Chen/Jia

Baca juga: Hasil Undian Piala Thomas 2020: Indonesia Ada di Grup A, Gabung dengan Taiwan, Aljazair, & Thailand

Hal tersebut pun mendapat sorotan khusus dari Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky menanggapi hasil undian Piala Thomas & Uber 2020.

Undian Piala Thomas & Uber 2020 sudah rampung digelar Rabu 18 Agustus 2021 sore.

Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, pada laga terakhir penyisihan grup Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Selasa (27 Juli 2021).
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, pada laga terakhir penyisihan grup Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Selasa (27 Juli 2021). (NAIF AL'AS/NOC INDONESIA)

Turnamen Thomas Cup dan Uber Cup akan digelar pada Digelar di Aarhus, Denmark pada 9-17 Oktober mendatang.

Undian yang dihelat di markas besar Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) di Kuala Lumpur, Malaysia, menempatkan tim Thomas dan tim Uber Indonesia di grup yang tidak bisa dibilang ringan.

Tim Thomas Indonesia yang menjadi unggulan pertama berada di grup A bersama Chinese Taipei, Aljazair, dan Thailand.

Chinese Taipei dianggap bisa menjadi batu sandungan mengingat kekuatan materi pemainnya yang merata seperti tunggal putra Chou Tien Chen dan Wang Tzu Wei serta peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 sektor ganda putra Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Sementara tim Uber Indonesia tergabung bersama Jepang, Jerman, dan Perancis. Juga di Grup A. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky menanggapi hasil undian tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Rionny Mainaky saat melihat pemainnya berlatih di Lapangan Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Timur, Selasa (20/4/2021). (Humas PBSI)

"Kans kami di grup A Piala Thomas, peluangnya untuk menjadi juara grup itu ada. Hanya saja tetap tidak boleh lengah, terutama saat berhadapan dengan tim Chinese Taipei. Kekuatan mereka merata, apalagi ganda putranya (Lee Yang/Wang Chi-Lin) baru mendapat medali emas Olimpiade," katanya.

"Untuk Aljazair dan Thailand saya rasa kita bisa, tidak ada kendala. Kami mengincar posisi juara grup untuk menghindari bertemu lawan kuat di delapan besar seperti China, Denmark, dan Jepang. Setidaknya mengurangi tekanan dulu karena di delapan besar tekanan pasti jadi lebih besar," tutur Rionny kepada Tim Humas dan Media PP PBSI di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

"Untuk tim Uber, saya rasa Jerman dan Perancis ini tidak masalah lah. Kalau melihat kekuatan kita unggul. Medali emas Olimpiade dari ganda putri juga bisa menambah motivasi tim kita untuk lebih kuat. Yang kita harus berjuang pasti lawan Jepang tapi tetap kalau bisa juara grup lebih baik. Kalau kita bisa manage yang bagus, kemungkinan kita bisa kalahkan mereka," kata Rionny.

"Secara materi pemain kami sedang siapkan, di ganda kedua dan ketiga juga tiga tunggal putri. Kalau kita lihat di Olimpiade kemarin tim Jepang bermain dengan tekanan yang sangat tinggi. Pelajarannya kita tidak boleh takut, mereka bisa kita kalahkan dengan persiapan yang baik, bermain dengan tenang dan memberikan tekanan pada mereka," ucap Rionny.

Baca juga: HASIL Drawing Piala Thomas dan Uber Cup 2021: Indonesia Bertemu Lawan Berat Taiwan dan Jepang

Baca juga: UPDATE: Jokowi Serahkan Bonus Rp 5,5 Miliar ke Greysia Polii/Apriyani, Peraih Medali Emas Olimpiade

Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021.
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. (AFP/Alexander NEMENOV)

Baca juga: Presiden Jokowi Beli Sepatu Greysia Polii, Bonus Peraih Medali Ditambah Rp 500 Juta

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved