Aqua Dwipayana
Selama Pandemi, Pudjihartono Pertahankan 1.300 Karyawan, 6 Hari Dirawat Ubah Drastis Hidupnya
Tidak ada satupun yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), meski kondisinya cukup berat.
Visinya adalah menjadi perusahaan yang bermanfaat bagi seluruh kalangan masyarakat dan jadi aset bangsa.
Sedangkan misinya ialah melakukan berbagai bisnis yang terhormat dan menghasilkan produk dan jasa yang berguna bagi masyarakat dan menjalankan Good Corporate Governance atau tata kelola perusahaan yang baik.
Baca juga: Apa Kata Paling Banyak Disebut Terkait Kematian? Ini Menurut Hasil Penelitian
Baca juga: Stres Yang Negatif dan Stres Positif, Begini Penjelasannya Menurut Riset Ilmiah
Salah satu usahanya yang maju adalah PT Foxstars Indo Plywood. Perusahaan ini bergerak di bidang industri pengolahan plywood dan berbagai macam furniture, serta memiliki produk plywood yang berkualitas internasional dan telah diuji secara modern dan profesional.
Plywood merupakan produk unggulan perusahaan itu. Menggunakan teknologi terbaru, PT Foxstars Indo Plywood hadir dengan berbagai inovasi dalam pembuatan produk plywood terbaik di Indonesia. Pabriknya di Sidoarjo dan Semarang dengan karyawan lebih dari 600 orang.
Effendi yang sangat asyik diajak ngobrol melanjutkan ceritanya. Dulu dia ingin kuliah di Fakultas Kedokteran di Selandia Baru. Namun, niatnya tidak kesampaian karena persyaratannya harus warga negara Selandia Baru atau pemegang kartu permanent resident di sana.
Meski tidak terpenuhi, pria yang memiliki karakter kuat ini tetap kuliah di Selandia Baru. Pilihannya pada Fakultas Teknik Mesin The University of Canterbury yang terletak di Christchurch. Ini merupakan universitas tertua, yang berdiri pada 1873.
Effendi yang kuliah sambil bekerja pada 1990 berhasil menamatkan studinya dengan predikat cum laude. Semua nilai kuliahnya sangat memuaskan.
Cita-cita Effendi yang kandas sebagai dokter kini dilanjutkan putra kembarnya yang berusia 24 tahun (anak pertama dan kedua), yang sedang kuliah program doktoral di Fakultas Kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Selandia Baru.
Selesai kuliah, Effendi tidak berlama-lama di Selandia Baru. Ia langsung balik ke Indonesia dan bekerja di daerah asalnya Surabaya.
Nasib baik berpihak padanya. Pengalaman kuliah sambil bekerja di Selandia Baru memberikan banyak manfaat kepada dirinya. Waktu itu dengan mudah Effendi mendapatkan uang.
Tuhan Menyadarkan Lewat Mimpi
Pada 1996 Effendi jatuh sakit, yang membuatnya harus dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya. Di hari keenam, tepatnya pada Sabtu, dia bermimpi tentang perjalanan hidupnya sejak kecil sampai saat itu.
Dalam mimpinya itu, seperti di layar televisi, Effendi menyaksikan perjalanan hidupnya. Mulai dari kecil, remaja, hingga dewasa.
"Lewat mimpi, Tuhan menyadarkan saya. Mengingatkan agar motivasi bekerja jangan hanya mencari uang. Ada yang lebih mulia yakni memberikan manfaat pada banyak orang, sehingga hidup saya lebih bermakna," kata Effendi mengenang masa lalu yang mengubah drastis tujuan hidupnya.
Begitu terbangun, lewat telepon umum di rumah sakit, Effendi mengontak istrinya. Minta bantuan agar dikeluarkan dari rumah sakit pada hari itu juga.
Effendi bertekad untuk memenuhi pesan Tuhan yang disampaikan lewat mimpi kepadanya. Dia yakin dapat mewujudkannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/effendi-pudjihartono.jpg)