Breaking News:

Berita Buleleng

Persadha Nusantara Sayangkan Batalnya Kesepakatan Damai di Desa Sidatapa Buleleng

upaya damai perlu dikedepankan dalam menyelesaikan konflik, agar semua pihak dapat lebih fokus menangani pandemi Covid-19.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dandim Windra saat mengikuti mediasi dengan lima warga Desa Sidatapa, pada Selasa (24/8/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Berlanjutnya kasus bentrok antara warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng dengan anggota TNI ke ranah hukum, sangat disayangkan oleh Persadha Nusantara.

Pasalnya, kedua belah pihak sebelumnya sempat sepakat untuk bedamai.

Wakil Ketua Umum Persadha Nusantara Gede Suardana mengatakan, upaya damai perlu dikedepankan dalam menyelesaikan konflik, agar semua pihak dapat lebih fokus menangani pandemi Covid-19.

Untuk itu, pihaknya berharap kesepakatan jalan damai yang ditemukan saat mediasi beberapa waktu lalu itu tetap dijadikan pedoman dalam penyelesaian kasus tersebut.

Baca juga: Masih PPKM, Dua Program Pelatihan Kerja di LKK Disnaker Buleleng Ditunda

“Jika pimpinan TNI ingin menegakkan disiplin kepada jajarannya bisa saja dilakukan secara internal, sesuai aturan yang berlaku di tubuh TNI. 

Namun itu dilakukan setelah proses damai dengan rakyat dilakukan,” sarannya.

Sebelumnya, Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto mengatakan, ia mendapatkan perintah dari Danpomdam IX/Udayana, agar kasus terus dilanjutkan ke ranah hukum.

Bagi anggota TNI yang melakukan pemukulan balik ke warga, diproses di jalur militer, sementara warga yang memukul anggota TNI saat sedang melaksanakan tugas rapid antigen acak di desa tersebut di proses di kepolisian.

Sebagai prajurit, Dandim Windra pun harus melaksanakan perintah dari komando atas tersebut.

"Saya dapat perintah dari Danpomdam IX/Udayana, sehingga perintah itu harus saya laksanakan. 

Saya kurang paham alasannya mengapa.

Sebagai prajurit saya harus melaksanakan perintah yang diberikan oleh atasan kami," ungkapnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Sumarjaya dikonfirmasi Minggu (29/8/2021) mengatakan, hingga saat ini kasus pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum warga Desa Sidatapa terhadap Dandim masih dalam dalam tahap lidik.

Rencananya, polisi akan memanggil empat orang saksi yang merupakan warga asal desa setempat, pada Senin (30/8/2021) untuk dimintai keterangan.

Baca juga: VIRAL Momen Haru Kremasi di Buleleng Bali, Keluarga Bawa Kue Ulang Tahun untuk Ayah yang Meninggal

"Dalam kasus ini belum ada terlapor. Kami akan periksa dulu saksi-saksi yang mengetahui atau melihat kejadian itu," singkatnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved